Tutup Menu

Ketua IPW Sugeng: Beban Jiwa Anak-Anak Fredy Sambo Berat

Minggu, 21 Agustus 2022 | Dilihat: 121 Kali
Fredy Sambo - Putri Candrawathi - Sugeng Teguh Santoso (foto istimewa)
    
Pelapor : H. Sinano Esha

JAKARTA –Tabloidskandal.com ll  Penyidik Tim Khusus (Timsus) Mabes Polri telah menetapkan pasangan suami isteri, Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, sebagai tersangka atas tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), dan terancam hukuman mati.

Penetapan status sekaligus penahanan terhadap pasangansuami isteri (Pasutri) itu, tentu sangat mempengaruhi jiwa anak-anaknya. Terlebih, dua anak mereka terbilang usia remaja, yakni usia 15 dan 17 tahun.



Ferdy-Putri memiliki empat anak, yang sulung sudah beranjak dewasa (21 tahun), kuliah di salah satu universitas swasta beken di bilangan Jakarta Barat. Dia gadis berparas cantik, turut mendampingi Putri Candrawathi menjenguk Ferdy Sambo di Rumah Tahanan Mako Brimob Depok, Jawa Barat.

Anak yang keempat berusia 1,5 tahun, masih perlu pendampingan kedua orangtuanya. Lantas, bagaimana nasib keempat anak Pasutri itu ketika kemerdekaan orangtuanya dirampas karena perbuatan sendiri.



Menurut Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, anak-anak Pasutri itu dipastikan beban kejiwaannya sangat berat. Terpukul lantaran tindakan arogansi yang dilakukan bapaknya, dan sangat tidak bisa mereka pahami.

Sugeng berharap, anak-anak Ferdy-Putri dalam pengawasan spikolog, dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak bisa dilepas begitu saja, karena menyangkut kejiwaan yang amat sangat tergoncang. Penderitaan mereka harus diperhatikan, sekalipun kedua orangtuanya bersalah.

“Saya berharap, keluarga besar Ferdy-Putri turut mendampingi anak-anak mereka, khususnya yang masih kecil,” kata advokat senior yang juga Ketua Umum Peradi Pergerakan, organisasi advokat, kepada wartawan, Sabtu (20/8/2022).

Dalam konferensi Pers di Mabes Polri, Inspektorat Pengawasan Umum Polisi Republik Indonesia (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryoto mengatakan, bahwa Putri Candrawathi telah ditetap sebagai tersangka atas pembunuhan berencana menewaskan Brigadir J pada 19 Agustus 2022.



Menurut Agung, ditetapkannya Putri Candrawathi sebagai tersangka setelah penyidik mendalami permasalahannya, dan gelar perkara. Isteri Ferdy Sambo meruapakan saksi kunci terbunuhnya Brigadir J.

Hasil penyidikan, lanjutnya, diketahui Putri dan Brigadir J bersama sejak di Magelang hingga kembali ke Jakarta. Bahkan wanita itu berada di tempat kejadian perkara (TKP) di Perumahan Polisi Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada saat terbunurhnya Brigadir J.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi  menyatakan, isteri Ferdy Sambo dijeral Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) subside Pasal 338 KUHP juncto pasal 55 dan 56 KUHP.

Sebagaimana pasal yang disangkakan kepada Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal Bripka RR), dan Kuwat Maruf (supir), dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Terkait hukuman itu, Ketua IPW Sugeng mengingatkan, sejak awal tragedi berdarah kemudian diketahui keterlibatan Ferdy-Putri, sangat berpengaruh terhadap kejiwaan anak-anak mereka. Terlebih lagi ancaman hukuman atas tindakan arogansi kedua orangtuanya adalah mati, atau serendahnya 20 taun penjara.

“Akibat tindakan arogansi orangtua, anak yang menjadi korban. Mereka dipastikan traumatik. Untuk mengembalikan kejiwaannya seperti semula, dibutuhkan waktu lama. Karena itu, semua pihak harus terlibat memulihkan mereka,” papar Ketua IPW Sugeng.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com