Tutup Menu

Ketua IPW Sugeng: Putri Candrawathi Tak Ditahan Diskriminasi

Senin, 05 September 2022 | Dilihat: 90 Kali
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso - Putri Candrawathi
    
Penulis : H. Sinano Esha

JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyesali kebijakan penyidik Mabes Polri tidak menahan Putri Candrawathi, tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), dengan alasan kemanusian, yakni masih memiliki anak usia 1,5 tahun.

Menurut Sugeng, alasan tersebut dinilainya diskriminasi. Istri Fredy Sambo itu mendapat hak istimewa sebagai tersangka. Padahal, tak sedikit wanita yang dijadikan tersangka, juga memiliki anak kecil tapi tetap saja dijebloskan ke dalam penjara.

Advokat senior ini mencontoh kasus Vanessa Angel, Angelina Sondakh, Sheila Marcia dan lainnya, pada saat polisi menetapkan sebagai tersangka kemudian ditahan, mereka masih punya anak masih menyusui.

“Mereka tetap ditahan, padahal sama-sama punya anak bayi. Ini diskriminasi, dan menciderai rasa keadilan masyarakat,” tegas Sugeng kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).

Dikatakan lagi, berkaitan dengan kasus pembunuhan Brigadir J, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan Putri Candrawathi perihal keterangannya. Dan dinilai tidak kooperatif sebagai tersangka.

Sugeng menegaskan, sejauh ini belum terungkap pelecehan seksual, motif yang digadang-gadang sebagai pemicu pembunuhan tersebut.

“Ketika rekontruksi, dugaan tersebut dikonfrontasi dengan para saksi lain, didapat perbedaan keterangan. Artinya, sebelum tragedi berdarah, apa yang disebutkan pelecehan sebenarnya tidak ada. Itu menunjukan bahwa PC (Putri Candrawathi) tidak kooperatif dalam menyampaikan fakta yang sebenarnya,” papar Ketua IPW yang juga Ketua Umum Peradi Pergerakan, salah satu organisasi advokat.

Seperti diketahui, kuasa hukum Putri Candrawathi, Arman Hanis menjelaskan, permohonan untuk tidak menahan istri Fredy Sambo  dikabulkan oleh penyidik.

“ Ya (tidak ditahan). PC tetap menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka,” kata Arman kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (31/8/2022).

Ditambah pengacara ini, tak ditahan kliennya sudah sesuai Pasal 31 ayat 1 KUHAP. Penyidik menggunakan alasan kemanusiaan, karena Putri Candrawathi masih mempunyai anak kecil dan kondisinya tidak stabil. 

"Terkait soal penahanan Ibu Putri, kami memang mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan karena alasan-alasan sesuai Pasal 31 ayat (1) KUHAP. Itu kita boleh mengajukan permohonan itu dan kita mengajukan karena alasan kemanusiaan," jelas Arman.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com