Tutup Menu

Alarm 2 Buat Pramono-Rano

BUMD Sarang Koruptor, Dharma Jaya Digarong 48 Miliar

Minggu, 04 Oktober 2026 | Dilihat: 92 Kali
    
Jakarta - Tabloidskandal.com || Tukang semen disulap jadi tukang daging, mark-up 3x lipat, cek kosong miliaran tapi barang tetap keluar - KPK didesak periksa Dirut

Inilah  Investigasi TabloidSkandal Com,  Alarm keras untuk Gubernur Pramono Anung dan Wakilnya Rano Karno. Setelah Sarana Jaya dirampok ratusan miliar lewat tanah fiktif, kini giliran BUMD pangan, Perumda Dharma Jaya, digarong Rp48 miliar lewat skandal daging fiktif.

Modusnya lebih ngawur. Jika Sarana Jaya bayar dulu tanpa cek sertifikat, Dharma Jaya menunjuk tukang semen jadi tukang daging.

Berdasarkan infografik temuan audit 2024 yang Abah kirim dan data terkini Februari 2026, pelakunya adalah PT Cakra Konstruksi. Perusahaan ini bergerak di bidang penyedia bahan bangunan dan konstruksi, tidak memiliki izin usaha daging, tidak punya cold storage, tidak punya rumah potong hewan.

Namun direksi Dharma Jaya menunjuk langsung tanpa tender transparan sebagai pemasok daging senilai Rp48 miliar.

Kronologinya runut. Oktober 2023 penandatanganan kontrak tanpa lelang. Desember 2023 pengiriman daging pertama diragukan kualitasnya, tidak sesuai spesifikasi ASUH dan tidak layak konsumsi. Januari 2024 audit internal menemukan dugaan mark-up 2-3x lipat dari harga pasar. Kerugian negara Rp48 miliar. Maret 2024 kasus dilaporkan ke KPK.

Modusnya, dokumen pengadaan diduga fiktif dan tidak sesuai standar mutu. Daging diduga oplosan dan di-mark-up gila-gilaan.

Update terkini, skandal ini memicu aksi besar. Pada Rabu, 4 Februari 2026, aktivis Lentera Muda Indonesia menggelar aksi di Kantor Pusat Dharma Jaya Cakung dan Balai Kota DKI, mendesak Gubernur Pramono copot Dirut Dharma Jaya. Koordinator Akbar Rasyid mengungkap ada 80 perkara terkait di PN Jakarta Timur, termasuk temuan cek kosong dan nota kosong miliaran rupiah tapi barang dari gudang tetap dikeluarkan.

Pada 9 Februari 2026, Ketua Umum FWJ Indonesia Mustofa Hadi Karya juga mendesak KPK periksa Dirut Dharma Jaya.

Hingga Oktober 2026, statusnya masih diselidiki KPK dan belum ada tindakan tegas dari Pemprov DKI. Ironisnya, Mei 2026 Dharma Jaya malah pamer impor 7.500 sapi.

Ini alarm kedua buat Pramono-Rano setelah Sarana Jaya. BUMD DKI memang sarang koruptor.

[Red/Tim Investigasi TabloidSkandal.Com - Sumber: Infografik Audit 2024 & Aksi Lentera Muda 4 Feb 2026]

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com