"Ganti baju jadi Bank Jakarta usai krisis kepercayaan Lebaran 2025, tapi borok lama Sritex Rp692 miliar dan Angkasa Pura Rp1 triliun tanpa jaminan tetap menganga"
Jakarta - TabloidSkandal.Com | | Investigasi. Jika Sarana Jaya, Dharma Jaya, dan Jakpro digarong lewat tanah dan daging, Bank DKI digarong lewat kredit fiktif triliunan. Dan kini bank itu ganti baju.
Gubernur Pramono Anung pada 22 Juni 2025 di Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, tepat HUT Jakarta ke-498, resmi mengumumkan Bank DKI ganti nama dagang jadi Bank Jakarta dengan logo baru lidah api Monas warna jingga. Alasannya transformasi menuju kota global dan persiapan IPO 2026 dengan modal dasar naik dari Rp11,5 triliun jadi Rp26 triliun.
Tapi publik tahu, rebranding ini lahir dari krisis. Pada malam takbiran Idulfitri 1446 H / 30 Maret 2025, sistem Bank DKI down sepekan, nasabah tak bisa transaksi. Krisis kepercayaan terparah. Direktur IT pun dinonaktifkan. Ganti nama dianggap cuci muka.
Karena boroknya bukan sistem, tapi kredit fiktif yang sudah masuk radar Kejagung.
Borok 1: Kredit Sritex Rp692,9 miliar - Eks Dirut Bank DKI Zainuddin Mappa jadi tersangka, jeblos ke Rutan Salemba
Kejagung resmi tahan mantan Dirut Bank DKI 2020 Zainuddin Mappa bersama Komut Sritex Iwan Setiawan Lukminto dan petinggi BJB pada 21 Mei 2025. Kerugian negara Rp692,9 miliar dari total tagihan Sritex Rp3,58 triliun yang macet.
Modusnya melawan hukum. Rating Sritex dari Moody's cuma BB- atau risiko gagal bayar tinggi, tapi tetap dikasih kredit Rp149 miliar dari Bank DKI dan Rp543 miliar dari BJB tanpa analisis memadai, tabrak UU Perbankan dan prinsip kehati-hatian. Uangnya tidak untuk modal kerja, tapi untuk bayar utang MTN dan beli aset non-produktif yang nilainya lebih kecil dari utang.
Sritex sudah pailit Oktober 2024 di PN Semarang. Uang rakyat DKI raib.
Borok 2: Kredit Angkasa Pura I Rp1 triliun tanpa jaminan - UMKM dipersulit, konglomerat dimanja
Pada 18 Desember 2020, PT Angkasa Pura I dapat kredit modal kerja Rp1 triliun dari Bank DKI tanpa jaminan apapun Jangka waktu 36 bulan hingga 17 Desember 2023.
Direktur CBA Uchok Sky Khadafi pada 9 April 2025 desak Kejati DKI usut. Katanya, kalau pedagang kecil UMKM minta kredit tanpa jaminan ke Bank DKI pasti ditolak, tapi BUMN besar dikasih Rp1 triliun karpet merah. Jika macet, Bank DKI yang menangis, AP I yang tersenyum. Modal Bank DKI tergerus.
Ganti nama tidak hapus perkara
Hari ini Bank DKI sudah jadi PT Bank Jakarta Perseroda dengan total aset Rp102,08 triliun dan laba Rp330 miliar tahun 2025. Pemilik 99,98% Pemprov DKI, 0,02% Pasar Jaya. Kantor pusat tetap di Suryopranoto. Mau IPO dan buka cabang di luar negeri.
Tapi ganti baju dari merah ke jingga tidak menghapus borok Rp692 miliar Sritex yang sudah jadi tersangka dan Rp1 triliun tanpa jaminan yang belum diusut. Publik menunggu apakah Pramono-Rano berani audit total atau hanya rebranding untuk IPO sambil tutupi kredit fiktif?
[Red/Tim Investigasi TabloidSkandal.Com | Sumber: Rebranding Bank Jakarta 22 Juni 2025 Bloomberg & Beritaprioritas, Kejagung 21 Mei 2025, CBA 9 April 2025]
Status: Eks Dirut ditahan Kejagung - Kredit Rp1 T tanpa jaminan didesak diusut