I Ketut: Bali Harus Dijaga Dari Ancaman Kelompok Radikal
Kamis, 18 Agustus 2022 | Dilihat: 1193 Kali
Polri, PGN dan Masyarakat Bali Harus Menjaga Kenyamanan dan Ketentraman (foto istimewa)
Pelapor : Bramono S Editor : H. Sinano Esha
DENPASAR –Tabloidskandal.com ll Bali harus dijaga dari ancaman kelompok orang yang bertindak intoleran dan radikal, agar tetap aman dan nyaman. Karena itu, seluruh masyarakat secara bersama-sama menjaganya.
Demikian ditegaskan Kombes Pol. I Ketut Widhiarto, Kasatgas Densus 88 Antiteror Polri Bali dalam sambutannya di acara memperingati HUT RI ke 77 dengan menggelar upacara bendera di Lapangan Vihara Buddha Meitrya, Jl. Gunung Soputan Denpasar, Rabu (17/8/2022).
Acara yang digagas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali dan Densus 88 Antiteror Polri Bali dihadiri organisasi lintas agama, Ormas, pengurus partai, serta tokoh-tokoh masyarakat Bali berjalan lancar dan penuh khidmat.
Pada kesempatan itu, Kombes Pol I Ketut Widhiarto selaku inspektur upacara mengingatkan, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan nikmat dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib disyukuri.
“Masyarakat harus menjaga Bali agar tetap aman dan nyaman dari ancaman segelintir orang-orang yang bertindak intoleran dan radikal,” ujarnya.
Kombes Pol Ketut didampingi Gus Yadi selaku Senopati PGN Bali & Indonesia Timur serta H. Daniar Trisasongko, SH. M.Hum, Ketua PGN Wilayah Bali yang juga pengacara, berkesempatan menyerahkan piagam penghargaan kepada 14 tokoh Bali sebagai Tokoh Penjaga Kebangsaan karena jasa-jasanya dalam menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Bali.
Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali dan Densus 88 Antiteror Polri Bali Gelar Upacara Bendera HUT RI ke 77 (foto istimewa
, Mereka yang mendapat penghargaan di antaranya: Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia; Pendeta Dwi Hutagaol; Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet; Ir. I Wayan Suadi Putra,ST., M.Ars; I Ketut Suteja Kumara ST;Pandita Adhi Sunyata; Aseng Mdi; A.A Nanik Suryani, ST; Ir. KH. Agus Thoha Al Amnani; Yon Hanis; Robert P Manurung; Ketut Aryana Tan; KH. Pujianto, S. Adm; Jro Mangku I Made Supatra Karang.
Adapun Gus Yadi menjelaskan, bahwa pemberian penghargaan sebagai Tokoh Penjaga Kebangsaan akan dilakukan setiap tahun, diberikan kepada para tokoh yang berjasa menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat di Bali.
“PGN membutuhkan dukungan dan kerjasama para tokoh untuk menjaga Bali dari gangguan segelintir orang yang merongrong kedaulatan NKRI dengan tindakan intoleran, radikal dan separatis seperti gerombolan PRP (Petisi Rakyat Papua) dan AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) yang selalu melakukan propaganda menuntut kemerdekaan Papua Barat, yang kami hadang aksi jalanan mereka dua hari yang lalu” paparnya kepada wartawan seusai acara .
Menurut alumnus Lemhanas ini, jika Bali memiliki banyak Tokoh Penjaga Kebangsaan, maka semakin kecil ruang gerak para perongrong bangsa. Bali akan aman dan nyaman, sehingga masyarakatnya bisa bekerja dengan tenang untuk mencapai kesejahteraan.
Sementara itu, Ketua PGN Bali H. Daniar Trisasongko menjelaskan, anggota PGN terdiri dari berbagai suku dan agama yang ingin menjaga bangsa.
“Di PGN semua anggota adalah saudara, saudara satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, untuk menjaga adat dan budaya Bali ada PGN Taksu Bali. Yang paling muda adalah PGN Melanesia Intelektual, anggotanya terdiri dari pemuda dan pemudi terpelajar dari Indonesia timur, seperti Sumba, Kupang, Flores & Papua.
“Tangan kami terbuka lebar menerima saudara saudara di Patriot Garuda Nusantara, untuk bersama mengisi kemerdekaan dengan menjaga rumah bangsa ini,” pungkas H. Daniar.
cara dimeriahkan tari Sekar Jagat dari Bali, kolaborasi Gatot Koco & wayang dari Jawa Tengah, lagu krasan mondok dinyanyikan oleh 50 santri ciilik Pondok Pesantren Syifaul Qulub Denpasar, lagu bendera dan pembacaan puisi dari YPAC, atraksi silat cimande oleh Muslim anggota PGN, serta atraksi jurus pecut dari Perguruan Pagar Nusa.