Tutup Menu

Eksekutif dan Legislatif MBALELO

PEMKOT CIREBON DAN PARA DEWAN JANGAN TIDUR, JALAN KALILUNYU RUSAK PARAH

Minggu, 31 Mei 2026 | Dilihat: 22 Kali
    
Tabloidskandal.com - Kota Cirebon ||— Kondisi Jalan Kalilunyu, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, kini semakin memprihatinkan dan menuai keluhan keras dari masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama menuju Pondok Pesantren Benda Kerep itu mengalami kerusakan parah, berlubang, dan membahayakan para pengguna jalan, baik warga sekitar maupun para santri.
 
Masyarakat Kalilunyu, Sumurwuni, hingga Benda Kerep mengaku sudah lama merasa tidak nyaman dan khawatir saat melintas di jalur tersebut. Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat langkah nyata dari Pemerintah Kota Cirebon maupun para anggota dewan yang disebut-sebut sebagai wakil rakyat di daerah tersebut.
 
Warga menilai para pejabat jangan hanya hadir saat membutuhkan suara rakyat, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan tindakan nyata. Jalan rusak yang dibiarkan berlarut-larut dinilai menjadi bukti lemahnya kepedulian terhadap kepentingan masyarakat kecil dan dunia pendidikan pesantren.
 
Pengurus Pondok Pesantren Benda Kerep, Muhamad Mifta Pakqih, menyampaikan bahwa sebelumnya Wali Kota Cirebon pernah menjanjikan perbaikan Jalan Kalilunyu dengan pengecoran beton. 
 
Janji itu disampaikan saat kegiatan HSN (Hari Santri Nasional) dan Rakerda MUI, ketika pihak pondok pesantren meminta perhatian pemerintah terkait kebutuhan akses jalan dan area parkir kendaraan.
 
“Waktu acara Hari Santri Nasional dan Rakerda MUI, Pak Wali Kota pernah menyampaikan bahwa jalan Kalilunyu akan diperbaiki dan dicor. Bahkan disebutkan anggarannya sudah ada. Tapi sampai sekarang masyarakat belum melihat realisasi nyata,” ungkapnya.
 
Masyarakat berharap janji tersebut tidak hanya menjadi ucapan manis di depan publik. Sebab, jalan itu bukan hanya dilalui kendaraan biasa, tetapi juga menjadi akses penting bagi aktivitas pendidikan, keagamaan, dan ekonomi masyarakat sekitar.
 
Warga meminta Pemerintah Kota Cirebon segera turun tangan sebelum kondisi jalan semakin parah dan memakan korban. Selain itu, para anggota dewan diharapkan tidak tutup mata dan berhenti “tidur” terhadap persoalan rakyat yang nyata di depan mata.
“Kalau jalan menuju pusat pemerintahan rusak mungkin cepat diperbaiki. 
 
Tapi karena ini jalan masyarakat kecil dan akses pesantren, seolah dibiarkan begitu saja. Jangan tunggu viral atau ada korban dulu baru bergerak,” tegas salah satu warga.&
 
Kini masyarakat hanya menunggu bukti, bukan lagi janji. Sebab rakyat sudah terlalu sering diberi harapan, namun minim tindakan nyata di lapangan.
 
 Fajar soleh (Bobi Ratam)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com