Tutup Menu

Efisiensi Untuk Guru Honorer, Pesta Diplomasi Untuk Istana

Minggu, 31 Mei 2026 | Dilihat: 21 Kali
    

Tabloidskandal.com – Jakarta|| Ketua Dewan Pembina MIO Indonesia Taufiq Rachman menyebut kebijakan luar negeri Presiden Prabowo sebagai cermin standar ganda.

“Presiden bilang ke menteri: jangan ke luar negeri 5 tahun. Tapi beliau sendiri baru pulang dari Paris hari ini, 30 Mei 2026. Kemarin dari London, Swiss. Sebelumnya New York, Osaka. Sementara guru honorer masih nunggu SK, sekolah di Aceh masih bocor kena banjir,” ujar Taufiq.

Ia menyorot kedatangan Prabowo dari Prancis yang diumumkan Setkab pagi ini. Agenda bilateral dengan Macron disebut memperkuat kemitraan strategis. Tapi Taufiq mempertanyakan urgensi: “Strategis buat siapa? Buat rakyat yang listriknya naik, atau buat pencitraan di media luar?”

Taufiq menuntut Presiden mempublikasikan rincian biaya lawatan dan hasil konkretnya. “Jangan pakai dalih investasi triliunan kalau rakyat tidak pernah lihat wujudnya. Efisiensi itu dimulai dari istana, bukan dari perut rakyat,” katanya.

Istana belum memberi tanggapan atas kritik tersebut.

Cristy Lemon

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com