Tutup Menu

Massa Gass Desak Kadis DPMD Mura Mundur

Sabtu, 21 Mei 2022 | Dilihat: 151 Kali
Gerakan Aktivis Selamatkan Silampari (GASS), ketika menggelar aksi demo di Kantor Bupati Mura (foto istimewa)
    
Pelapor: Edi Suryadi
Editor  : H. Sinano Esha

MUSI RAWAS –Tabloidskandal.com ll Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmadi Zulkarnain menyatakan siap mundur jika Bupati Hj Ratna Machmud yang memintanya.

Demikian ditegaskan Kadis DPMD menjawab desakan mundur dirinya oleh massa yang tergabung pada Gerakan Aktivis Selamatkan Silampari (GASS), ketika menggelar aksi demo di Kantor Bupati Mura, Kamis (19/5/2022).

Menurut Ahmadi, selaku pimpinan instansi dan sebagai ASN selalu siap melaksanakan jika di beri kebijakan dari bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud. Termasuk apabila diminta mundur dari jabatannya.

"Saya siap mundur, jika bupati yang meminta. 40 tahun saya mengabdi kepada Negara, sudah tentu tindakan dan perbuatan ada kesalahpahaman, terlebih lagi selaku kepala dinas. Sebab, belum tentu kepala dinas yang baru langsung bisa berinteraksi di dinas yang dia pimpin nantinya," katanya kepada awak media, Jumat (20/5/2022).

Pada bagian lain dikatakan, bahwa demo merupakan bentuk aksi masyarakat dalam hal mengingatkan pemerintah agar tidak melenceng dari program yang sudah di tetapkan. Ia menilai wajar jika ada pihak yang bersuara terhadap dirinya selaku pejabat pemerintah.

Sebelumnya, belasan massa Gass dalam orasinya mendesak Ahmadi Zulkarnain mundur dari jabatannya selaku Kadis DPMD Kabupaten Mura karena dinilai telah menciderai marwah Pemerintah Kabupaten Mura.

Menurut Efran, koordinator Gass, banyak tindakan Kadis DPMD dianggap  blunder. Mulai dari pemilihan kepala desa (Pilkades), kegiatan Bimtek dan lainnya.

“Misalnya. Pilkades Kebur Jaya, di mana patut diduga hak politik salah satu calon kepala desa dikebiri. Belum lagi masalah pencetakan surat suara yang diduga dimanipulasi oknum DPMD kabupaten Musi Rawas,” urainya dalam orasi.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan Bimtek yang menghabiskan dana desa (DD) belum terlihat output yang dihasilkan. " Lucunya, kegiatan Bimtek yang berasal dari DD satu miliar habis dalam satu hari," kata Efran.

Tudingan lain meluncur dari Hidayat, mentor GASS. Dalam orasinya dikatakan banyak kegiatan di DPMD tidak logis keberadaannya. Dan sebagai elemen masyarakat, Gass berharap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk bekerja lebih profesional.

"Bagaimana Musi Rawas akan menjadi lebih baik jika pelaksanaan kegiatan semisal Pilkades dan Bimtek kami anggap gagal," tandas Hidayat.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com