,
13 Juli 2019 | dibaca: 232 Kali
STIE Rembang Wisuda 125 Mahasiswa dan Mahasiswi
noeh21
Keterangan foto : Bupati, Kepala LL Dikti Wilayah VI, Ketua Senat, Ketua STIE YPPI bersama Wisudawan Terbaik Manajemen dan Akuntansi didampingi orang tuanya.


Rembang, Skandal

STIE YPPI Rembang, menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dengan agenda khusus “Wisuda Sarjana Strata S1” yang dielenggarakan di Balai Kartini Rembang, baru-baru ini, 9/7.

Tercatat ada 125  wisudawan, berasal dari program studi Manajemen sejumlah 95 dan program studi Akuntansi 30 Wisudawan. Sidang dibuka oleh Ketua Senat STIE YPPI Rembang, Dr. Ir. H. Mudzakir MZ., MM.

Acara wisuda ini dihadiri oleh Bupati Rembang, Kepala LLDikti Wilayah 6 Jawa Tengah, Forkompimda, Pengurus Yayasan Pengembang Potensi Insani (YPPI) Rembang, Instansi dan beberapa OSIS SMA/MA/SMK Rembang. 

Drs. H. Muhammad Asrori, M.Si selaku Ketua STIE YPPI Rembang dalam sambutannya menyampaikan, tahun ini meluluskan 125 wisudawan yang siap bersaing di era industri 4.0. Lulusan STIE YPPI Rembang diharapkan tidak hanya mempunyai jiwa wirausaha, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan hanya mencari pekerjaan.

“STIE YPPI Rembang dalam rangka menjawab kepercayaan masyarakat senantiasa melakukan  perbaikan dan pengembangan, sehingga menghasilkan lulusan unggul dan mampu bersaing," tutur Asrori.

Menurut dia,  penjaminan mutu internal telah dilakukan melalui  Sitem Penjaminan Mutu Internal yang baik. Dari sisi penjaminan mutu ekternal melalui akreditasi BAN PT, STIE secara institusi telah terakreditasi B, baik Program Studi  Manajemen maupun Program Studi Akuntansi juga sudah terakreditasi B dari BAN PT.

Ketua STIE YPPI Rembang menjelaskan, bahwa selain mutu STIE YPPI Rembang juga melakukan penguatan institusi dan tata kelola perguruan tinggi, maka saat ini Renstra STIE YPPI Rembang untuk periode tahun 2016-2020 edisi revisi sudah sesuai dengan kaidah good university governance. Sehingga Renstra tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan Renstra pengembangan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Di periode wisuda ke 16 ini lulusan terbaik dari program studi  Manajemen diraih oleh Robi’atul Ukhriya, S.M dengan IPK 3,85 sedangkan dari program studi Akuntansi diraih oleh Yenny Setiyawati, S.Ak, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), 3,74. Penyematan lencana Cumlaude (Dengan Pujian) dilakukan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 6 Jawa Tengah Prof Dr. DYP Sugiharto, M.Pd. Kons.

Bupati Rembang, H. Abdul Chafid, S.Pdi dalam sambutanya menyampaikan harapan bahwa melalui wisuda STIE YPPI kali ini akan melahirkan wirausahawan/wirausahawati baru yang akan berkontribusi pada perekonomian di Kabupaten Rembang. Jangan hanya bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena   peluang menjadi PNS di Kabupaten Rembang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah lulusan Perguruan Tinggi Yang ada.

“Jadilah pengusaha-pengusaha muda yang bisa menciptakan pekerjaan dan menampung banyak tenaga kerja, dan jangan hanya sekedar mencari pekerjaan," tandasnya. 

Bupati Rembang juga meminta kepada alumni STIE YPPI Rembang yang dapat dibanggakan, sebagai pemikir dan pelaku pembangunan di Kabupaten Rembang serta bagi bangsa dan negara.

Bupati Rembang mengapresiasi STIE dan wisudawan kali ini. Bahkan Iapun meminta 4 Lulusan Akuntansi dan 4 lulusan Manajemen yang cumlaude mengajukan lamaran kerja ke Pemkab Rembang. Bupatipun akan memberikan bantuan hibah 2020 ke STIE sebagai wujud apresiasi pemerintah atas peran dan kontribusi positif STIE terhadap pembangunan masyarakat, khususnya UMKM.

Sementara itu Kepala LL Dikti Wilayah VI Prof. Dr. Dir DYP Sugiarto, M.Pd.Kons mendorong agar STIE YPPI maju dan mengambil mumentum 20 tahun berdiri ditahun 2020 mendatang. Dengan perubahan bentuk dari sekolah tinggi ke instut atau universitas. 

"Saat ini pemerintah atau Dikti memberikan kemudahan dan peluang tidak akan muncul dua kali. Segera dipersiapkan perubahan bentuk tersebut dan dipertimbangkan apakah institut atau universitas, tandasnya."

Ia berharap agar STIE mengambil kesempatan pertama sebelum diambil pihak lain. "Ribetnya sama, tetapi peluang ke depan lebih bagus universitas, karena bisa membuka prodi apa saja sesuai kebutuhan masyarakat," tandasnya. ( Sutrisno/Rbg ).
Berita Terkait
Berita Lainnya