Tiga Preman Pengeroyok Ketua LIN Belum Ditangkap
Senin, 11 Juli 2022 | Dilihat: 844 Kali
Hendra Bahalis dalam perawatan medis pasca pengeroyokan (foto istimewa)
Pelapor : Edy Suryadi
Editor : H. Sinano Esha
MUSI RAWAS UTARA – Tabloidskandal.com ll Berbagai elemen masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), mendesak pihak Polres Murata mengusut tuntas kasus pengeroyokan Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Hendra Bahalis yang diduga dilakukan oleh preman suruhan pengusaha tambang.
Menurut Hendra Bahalis, peristiwa itu terjadi pada 23 Juni 2022 di lokasi tak jauh dari pertambangan. Saat ini ia dan beberapa aktivis mengingatkan perusahaan yang masih melakukan mobilisasi angkutan tambang, padahal masyarakat setempat melarangnya.
Pada saat itu, lanjut dia, tiga orang preman tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap dirinya. Sebelum aksi fisik, mereka mengintimidasi terlebih dahulu.
Hendra menambahkan, akibat penyeroyokan itu sekujur tubuhnya babak belur, dan sempat dibawa ke rumah sakit. Dan melapor ke Polres Muratara hari itu juga.
"Ketika kejadian ada anggota Polantas, dan sempat mencoba menengahi. Kebetulan anggota Polantas tengah melakukan patroli di situ. Mestinya para pelaku sudah diamankan, mengingat anggota Polantas itu mengetahui jelas peristiwanya. Juga ada bukti rekaman video pada saat kejadian," paparnya kepada awak media, Minggu (10/7/2022).
Bahkan salah satu dari tiga pelaku Hendra mengetahui nama dan cukup dikenalinya, dan sudah disampaikan ke pihak polisi. Termasuk rekaman video saat kejadian untuk mendukung bukti adanya tindak pidana yang dilakukan tiga preman tersebut.
Namun demikian Hendra menyesali lambannya pihak Polres Muratara memproses pengeroyokan dirinya. Padahal, saksi dan bukti lain sudah cukup untuk menangkap tiga preman tersebut.
“Jika ini dibiarkan, akan menimbulkan preseden buruk. Ulah preman semakin menjadi-jadi, karena seolah-olah merasa ada pembiaran oleh aparat. Sudah dua pecan tapi belum terlihat proses hukumnya,” urainya bernada menyesali sikap Polres Muratara.
Ketika hal itu dipertanyakan, menurut Hendra, pihak Polres Muratara hanya mengatakan masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, dan tidak ada penangkapan terhadap pelakunya.