Tutup Menu

Oknum Polisi Keroyok Mahasiswa, Anggota DPRD Yahdi Basma: Ini Sudah Kriminal

Selasa, 04 Januari 2022 | Dilihat: 284 Kali
Anggota DPRD Sulteng Yahdi Basma dan Korban Moh. Wiranto Basatu
    
Penulis: Mahamuddin
Editor : H. Sinano Esha

Kota Palu –Tabloidskandal.com ll Peristiwa pengeroyokan terhadap Moh. Wiranto Basatu, mahasiswa yang juga Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Tadukajo (Untad), yang diduga dilakukan enam oknum polisi anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 pada Sabtu (1/1/2022), mendapat perhatian serius anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) dan tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palu.

Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi Nasdem Yahdi Basma amat menyayangkan kejadian tersebut. Sebagai anggota polisi, selaku penegak hukum, mestinya hadir mengayomi masyarakat, bukan sebaliknya.

“Apalagi korban adalah mahasiswa pemegang jabatan sebagai Presiden Mahasiswa Untad. Tindakan arogan tersebut bisa memantik gelombang konsolidasi dan protes antar kampus,” papar Yahdi kepada wartawan, Senin (3/1/2022)

Lebih jauh dikatakan, DPRD akan segera lakukan koordinasi dengan pihak Kapolda Sulteng, guna membicarakan pelanggaran etika selagus tindakan kriminal. Koordinator Persatuan Aktivis (Pena) 98 Sulteng itu juga mendesak Propam Polda Sulteng mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut.

Terkait kasus tersebut, penulis selaku mantan Ketua Umum HMI Cabang Palu merasa berkewajiban menanganinya, mengingat  korbannya adalah aktivis mahasiswa.


Ini peristiwa kedua yang penulis tangani, di mana pelakunya adalah anggota Kepelolisian. Pertama soal kasus asusila yang melibatkan Kapolsek Parigi, dan kedua kasus pengeroyakan dan penganiayaan mahasiswa Untad.

Semua orang paham bahwa tindakan pemukulan itu criminal. Karena itu, dugaan pemukulan yang dilakukan oknum 6 anggota Densus 88 terhadap korban Wiranto harus di proses secara hukum.  


Menurut hemat penulis, sekalipun pelakunya adalah aparat, proses hukum harus tetap berjalan. Tidak ada satu orang pun di negara ini yang kebal hukum. Dan jika dalam beberapa hari ke depan kasus ini belum menemui titik terang, itu artinya integritas penegakan hukum di Polda Sulteng patut dipertanyakan.

Hingga berita ini ditayang, pihak Polda Sulteng belum memberikan keterangan resmi atas peristiwa tersebut.


Ugal-ugalan

Menurut advokat Proyogo Alwi Yunus, penasehat hkum Wiranto, peristiwa pengeroyokan terjadi di Kompleks Bumi Roviga Jl Untad 1, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulteng, Sabtu (1/1/2022).

Kejadiannya sendiri ketika korban dalam perjalanan mengenderai mobil. Ketika di depan Rumah Sakit (RS) Untad, Wiranto berpapasan dengan tiga pengendara motor berboncengan. Jumlahnya enam orang.

“Para pengendara motor itu ugal-ugalan, berjalan zigzag. Entah kenapa, tiba-tiba saja mereka melontarkan ejekan dengan bahasa isyarat tubuh, dan menertawai  Wiranto,” papar Prayogo, Minggu (2/1/2022).

Selanjutnya, katanya, Wiranto menanyakan maksud  ejekan yang ditujukan kepada dirinya. Tapi, para pengendara motor itu merintahkan kliennya agar menghentikan laju kendaraan.


Namun Wiranto tidak menggubris, dia tetap melanjutkan perjalanan ke rumah keluarganya di BTN Bumi Roviga. Dan keenam orang itu membuntutinya hingga sampai di rumah keluarga korban.

“Setiba di lokasi, disitulah terjadi cekcok antara Wiranto dengan mereka. Berikutnya terjadi pengeroyokan terhadap Wiranto,” ungkap Prayogo.

Atas peristiwa itu, jelas advokat itu, baju Wiranto sobek dan mengalami luka memar di kepala, dada, tangan dan kaki. Hari itu Wiranto langsung melaporkan ke Polda Sulteng.


“Oleh Propam Polda Sulteng, klien saya dipertemukan dengan keenam pelaku, dan baru diketahui kalau oknum itu merupakan anggota Densus 88,” papar Prayogo.

Dari pertemuan itulah Wiranto baru mengetahui bahwa para pelaku merupakan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com