Tutup Menu

Episode 3 :

Ditjen Cipta Karya Korupsi Gedung Mewah- Menteri PU Akui Ada Nama Besar 'Main'

Senin, 26 Oktober 2026 | Dilihat: 58 Kali
    
Jakarta – TabloidSkandal.com ||  Kalau Bina Marga korupsinya di jalanan, Cipta Karya korupsinya di gedung-gedung mewah.

April 2026, publik heboh: Kantor Ditjen Cipta Karya di Jakarta digeledah 15 penyidik Kejati DKI Jakarta. Dokumen proyek gedung ratusan miliar disita.

Apa proyeknya? Pembangunan Gedung Cipta Karya itu sendiri! Iya, gedung yang harusnya jadi kantor untuk mengatur gedung, malah dikorupsi.

Menteri PU Dody Hanggodo akhirnya buka mulut: "Kami mendapatkan indikasi adanya keterlibatan pihak yang memiliki pengaruh besar. Ada NAMA BESAR."

Nama besar siapa? Sampai sekarang ditutupi!

Modus Cipta Karya klasik: Mark-up anggaran dan pengaturan tender. Kontraktor besar sudah dikondisikan sebelum lelang dibuka.

Dan Cipta Karya paling takut transparan. Oktober 2026, Komisi Informasi Pusat menghajar Ditjen Cipta Karya karena menolak buka 7 dari 10 dokumen pengadaan yang diminta publik. Ada apa yang disembunyikan?

Data lapangan TabloidSkandal:
 
  • Proyek Cipta Karya Labuha Rp 20,2 M, BelangBelang Rp 20,2 M, Geometrik Rp 16,6 M - Deviasi minus 25%, fisik baru 11% tapi sudah dibayar 20%
  • Proyek Cipta Karya Aceh Tenggara Rp 114,1 M Pajak MBLB tidak dibayar, material asal comot.

Cipta Karya bangun gedung, tapi gedungnya jadi hantu - mangkrak, tidak bisa dipakai, uangnya hilang.

_Bersambung Episode 4..._
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com