Tutup Menu

Advokat Toba Siahaan: Kombes Pol. Budhi Herdi Harus Dipidana

Rabu, 10 Agustus 2022 | Dilihat: 295 Kali
Advokat Toba Siahaan - Irjen Ferdy Sambo
    
Pelapor : H. Sinano Esha  

JAKARTA – Tabloidskandal.com ll Advokat senior Surabaya, Jawa Timur, Toba Siahaan, SH, pertanyakan keberadaan Kombes Pol. Budhi Herdi Susianto pasca dicopot sebagai Kapolres Jakarta Selatan (Jaksel) pada 20 Juli 2022. Apakah statusnya dibebaskan, atau termasuk salah satu dari 31 anggota Polri yang tengah menjalani pemeriksaan terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Toba yang juga mantan wartawan hukum era 1990-an merasa aneh perihal mantan Budhi Herdi tersebut. Dicopot dari jabatan Kapolres Jaksel, tapi tak terdaftar dalam surat mutasi ST Kapolri No. 1628/VIII/KEP/2022.

“Semoga saja dia (Budhi Herdi) termasuk perwira polisi yang tengah diperiksa Tim Khusus (Timsus) Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Setidaknya, memang pantas untuk diproses secara pidana,” kata praktisi hukum anggota Peradi ini kepada Tabloidskandal.com melalui jaringan telepon, Rabu (10/8/2022).

Menurut Toba, Kapolri mengapresiasi desakan keluarga almarhun Brigadir J agar Kapolres Jaksel Kombes Pol. Budhi Herdi Susianto. Permintaan itu dikabulkan, memang.

“Sebagai praktisi hukum, saya menyatakan tidak adil jika Kombes Budhi Herdi tidak diproses pidana. Saya minta Kapolri perintahkan Timsus untuk mempidanakan mantan Kapolres Jaksel itu,” ujarnya.

Di awal tragedi berdarah, lanjut Toba, Budhi Herdi pernah menyampaikan informasi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Dan dikatakan, sebagai pemicu adu tembak antara Bharada E dengan Brigadir J.

“Ternyata, Informasi yang berkembang kemudian, Kapolri Sigit menyatakan tidak ada adu tembak, begitu juga pengakuan Bharada E bahwa tak ada pelecehan seksual,” katanya. 

Diingatkan Toba, pernyataan Kapolri dan Bharada E yang membantah informasi mantan Kapolres Jaksel, setidaknya cukup pantas menyeret Budhi Herdi ke proses pidana.

Pada bagian lain, advokat Surabaya ini sependapat dengan penilaian Ketua tim penasihat hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, bahwa Budhi Herdi ketika menjabat Kapolres Jaksel bekerja tidak sesuai prosedur dalam mengungkap peristiwa terbunuhnya Brigadir J.

“Selama sepekan, olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tersebut tidak melibatkan Inafis, tak memasang police line, dan patut diduga merekayasa informasi yang berkembang di awal kejadian,” papar Toba.

Advokat senior ini menyayangkan jika Kombes Pol. Budhi Herdi Susianto tidak termasuk perwira polisi yang tengah diperiksa Timsus Kapolri. Dia berharap mantan Kapolres Jaksel itu diproses secara dipidana atas kinerjanya tak sesuai prosedur.

“Jika tidak, taruhannya adalah citra kepolisian menjadi buruk. Tapi saya yakin, Kapolri Sigit paham betul perihal jajarannya, yang baik dipertahankan, yang buruk disingkirkan,” kata Toba.

Dan berkaitan dengan tindakan Irjen Ferdy Sambo yang disebutkan Kapolri Sigit dalam keterangannya, terlibat langsung atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J, advokat Toba Siahaan sangat menyayangkan. Karirnya sebagai polisi profesional jadi hancur berantakan.

“Apapun motifnya, tindakan Ferdy Sambo merintahkan penembakan, adalah perbuatan tak dapat dibenarkan. Apalagi dia berpangkat jenderal, yang seharusnya menjadi panutan polisi lainnya. Ya, saya menyayangkan, karir hancur dan keluarga pun terpukul karenanya,” pungkas Toba.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com