Tutup Menu

Setiap Senin, Warga Masyarakat Desa  Ohoirenan  Dilarang Merokok

Selasa, 25 Februari 2020 | Dilihat: 2217 Kali
    


Malra, Skandal

Kepala Desa Ohoirenan J.Rahallus melarang setiap warga desanya merokok setiap hari Senin.

"Larangan ini demi kesehatan para warga," tegas Kades J. Rahallus pada Skandal saat ditemui Skandal kemarin, di kantor desa Ohoirenan,  sekitar pukul 09.00 WIT.

Menurut Rahallus, larangan merokok itu bukan karena dirinya berhenti merokok sehingga diumumkan ke publik, melainkan demi menghindari anak cucu  yang masih duduk di bangku SD s/d SLTA. 





"Kita juga sama-sama menjaga kebersihan untuk jadi sehat," tuturnya.

J. Rahallus mengaku kebijakan ini  mendapat dukungan pimpinan gereja saat dirinya konsultasi. "Larangan merokok itu dari jam 07 00 pagi sampai jam 12 malam. Selama itu  semua kios di Ohoirenan juga ditutup," ujarnya.

Bila hari itu masih ditemukan merokok, maka akan diberi sangsi,  karena keputusan itu sudah ditetapkan pada sidang jemat di Gereja Marantha Ohoirenan.  Aturan ini berlaku Februari 2020.

Rahallus menghimbau kepada seluruh putra putri Ohoirenan di manapun berada ketika pulang kampung, harus tunduk dengan peraturan desa yang sudah ditetapkan bersama.

Selain itu, lanjut Rahalus, aturan ini bikan hanya berlaku buat warga masyarakat Ohoirenan,tetapi juga  siapa saja yang berkunjung ke Ohoirenan  harus tunduk dengan aturan tersebut. "Tujuan ini  yang terbaik, bukan terburuk," tegasnya.

Menurutnya,  siapapun dia ketika masuk di desa Ohoirenan saat  hari Senin, dilarang merokok dan harus taat  dengan aturan desa serta jemaat.

"Aturan tersebut sudah di tetapkan saat sidang Jemaat yang ke 36, tepat tanggal 2 Februari 2029. Jadi sudah berjalan kurang lebih 3 minggu," tuturnya. Aturan ini berlaku juga pada
semua kios  di Ohoirenan setiap hari Senin. 

"Aturan tersebut tidak pandang bulu, pejabat siapapun dia dan harus tunduk dengan aturan desa.Jadi bagi yang ingin merokok di hari Senin  silahkan ke hutan atau desa desa tetangga, tidak di kampung Ohoirenan," tuturnya.

Bahkan, semua petugas limas 1x 24 jam tetap siap mengontrol ke semua penjuru desa Ohoirenan. Mereka siap melaporkan semua kejadian baik maupun buruk ke kantor desa.

"Diharapkan kepada siapa pun dia harus taat dan tunduk dengan peraturan yang sudah di tetapkan," tegas Rahallus berulang-ulang. (M1)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com