,
08 Oktober 2019 | dibaca: 45 Kali
Revitalisasi Alun Alun Pati Selesai, Bupati Berharap Publik Bisa Menjaga
noeh21

 Pati, Skandal 

Jelang batas akhir revitalisasi Alun – Alun Pati, Bupati Pati Haryanto mengharapkan revitalisasi selesai dan tuntas sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan.

Bupati menyampaikan hal tersebut saat acara penyerahan dan kajian fiskal regional Jawa Tengah, sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman dan perjanjian kerjasama antara Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkab Pati, di Ruang Pragolo Setda Pati, Senin (7/10).

Meski revitalisasi alun – alun  sudah  selesai, namun belum bisa dibuka, karena menunggu rumput yang telah ditanam tumbuh maksimal. 

Selain itu, lanjut Bupati, walau rumput selesai ditanam, namun lantaran saat ini masih dalam musim kemarau, sehingga masih dilakukan perawatan terhadap rumput tersebut.

"Alun – alun yang sudah dibangun ini kan milik kepentingan publik. Jadi yang sudah dibangun dengan biaya yang besar dapat dinikmati serta dimanfaatkan secara maksimal," ujar Bupati

Bupati menegaskan 8 Oktober 2019 hari ini, revitalisasi dipastikan tuntas. Sebab menjelang batas akhir revitalisasi, Bupati sering melakukan cek lokasi. Selain itu, ia sempat memiliki kekhawatiran apabila revitalisasi ini tidak selesai pada waktunya.
   
"Kalau telat kan ada konsekuensinya, yaitu telat sehari 9 juta. Jadi tidak sembarangan dalam pengerjaannya. Maka dari itu, rekanan benar – benar kita pacu,' tegasnya.

Bupati menyebut, dipacu itu maksudnya bukan berarti mengerjakan asal cepat dan selesai, namun benar – benar harus teliti dan sebaik mungkin. Pihaknya menegaskan telah beberapa kali membandingkan dengan pembangunan Alun – alun di daerah lain.

"Revitalisasi ini pembangunannya bagus, bisa dilihat sendiri," ucapnya.

Terkait pengamanan aset maupun rumput alun – alun, ia menyebut akan ada bantuan dari Satpol PP Kabupaten Pati untuk menjaga dan patroli.
   
Selain Satpol PP,  juga jadi tanggung jawab bersama, karena alun – alun ini kan milik publik, milik rakyat. "Bukan milik saya dan pak wakil secara pribadi. Namun untuk masyarakat bersama keluarga semua," pungkasnya. (Kun)
Berita Terkait
Berita Lainnya