Tabloidskandal.com – Muba || Gelombang protes besar-besaran datang dari ribuan masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Penyuling Minyak Muba (PPMM).
Massa mengepung Kantor Bupati Musi Banyuasin (Muba), Selasa (9/6/26), untuk menuntut penghentian penindakan hukum terhadap aktivitas penyulingan minyak rakyat yang menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di wilayah Kabupaten Muba.
Kedatangan ribuan para aksi yang dikomandoi Ketua PPMM Redi Gustro, SH bersama tokoh masyarakat MANGUN JAYA Subairin berlangsung dengan membawa beberapa tuntutan, di antaranya pencabutan Surat Perintah Razia yang diterbitkan Polres Musi Banyuasin serta penghentian proses hukum dan penangkapan terhadap masyarakat yang terlibat dalam aktivitas penyulingan minyak di berbagai kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Redi Gustro menegaskan bahwa penyulingan minyak bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan telah menjadi bagian dari realitas sosial masyarakat Muba yang sudah berlangsung puluhan tahun.
“Kami hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga, sekarang sudah banyak kepala keluarga yang kehilangan penghasilan,” jelas Redi.
Lebih lanjut Redi menyatakan, aksi penyulingan minyak rakyat selama ini menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja.
Daerah yang masih menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan formal. Karena itu, mereka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi dalam setiap kebijakan yang diambil," uangkap redi.
Salah satu juru bicara aksi, Vortuna Unmabsi SP, meminta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan aparat penegak hukum memberikan ruang serta kelonggaran terhadap masyarakat yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari aktivitas penyulingan minyak,
“Masyarakat Musi Banyuasin butuh kepastian, yang mana kebanyakan menggantungkan hidupnya dari minyak," jelas vurtuna.
“Kepada pihak kepolisian untuk menghentikan segala bentuk penindakan hukum terhadap mereka yang melakukan kegiatan penyulingan minyak. Mereka melakukan kegiatan itu untuk menghidupi keluarganya,” ujarnya.
Sementara itu di lokasi Aksi sala-satu tokoh masyarakat Babat toman Sobirin , sangat kecewa dengan bupati Muba Toha tohet di mana tidak mau secara langsung menemui para pedemo. sedangkan pada saat masyarakat melakukan aksi massa pada tanggal (11/5/26) bupati Toha secara langsung turun dari kantor bupati ke lokasi menemui para pedemo dan lansung mengajak ke ruang rapat kerja bupati, sedangkan pada aksi ini bupati Toha menghilang," uangkapnya.
pelapor : Idris.