Tutup Menu

Raker Komisi ll DPRD, BPKAD Pematangsiantar, Diduga Kinerjanya Bobrok

Kamis, 23 Juli 2020 | Dilihat: 549 Kali
    



Siantar,Skandal    
   
Rapat kerja Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar dipimpin Hj Rini Silalahi SSi (ketua) dengan Masni SH Kepala BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) Pemko Pematangsiantar di ruangan komisi, Rabu (22/7) kritisi kinerja BPKAD karena dinilai lemah menggali sumber potensi pendapatan daerah.

Sembilan anggota Komisi II DPRD (bidang keuangan, perekonomian) angkat bicara mencermati masih minimnya upaya BPKAD menggali sumber potensi pendapatan daerah, baik retribusi dan pajak daerah.

Namun,mendengar penjelasan Masni SH Kepala BPKAD tentang potensi pajak yang dicatat mereka semisal obyek reklame 547, 144 air tanah, 126 parkir, 46 hiburan, 71 hotel dan 310 restoran.

Diungkapkan, piutang pajak daerah Pemko Pematangsiantar sebesar Rp 2 miliar lebih. Untuk mencairkan dari wajib pajak, BPKAD membangun kerjasama dengan pihak Kejaksaan setempat.

Banyaknya obyek pajak tersebut dicermati seluruh anggota Komisi II DPRD terdiri Hj Rini Silalahi (ketua), Suandi Sinaga, Netty Sianturi, Hendra Pardede, Ferry SP Sinamo, Frans Herbert Siahaan, Alex Panjaitan, Metro Bodyart Hutagaol dan Suhanto Pakpahan gencar mengkritisi kinerja jajaran BPKAD, karena dianggap belum maksimal memberdayakan sumber potensi retribusi dan pajak untuk meningkatkan PAD.

Pada intinya kritik para wakil rakyat itu agar kinerja nya ditingkatkan menggali sumber potensi retribusi dan pajak daerah, setelah mendengar rendahnya penetapan retribusi dan pajak daerah di beberapa titik usaha. Misalnya, untuk papan reklame ditulis masa dipajang seperti masa berlaku STNK kendaraan. Jadi DPRD sebagai pengawas sewaktu-waktu dapat meneliti, saran Suandi Sinaga.

Saat di awal paparan Kepala BPKAD, Masni dibantu Kabid Pendapatan Subrata diuraikan kiat-kiat meningkatkan pendapatan retribusi dan pajak dari hotel/ restoran/ kedai nasi/ kedai kopi dengan memasang alat perekam “Capping Bot” setiap terjadi transaksi pembayaran konsumen dengan pengusaha.                  (Team)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com