Tutup Menu

Hilirisasi Sagu SBT Rp500 M Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 05 November 2026 | Dilihat: 13 Kali
    
JAKARTA - Tabloidskandal.com || Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat langkah strategis hilirisasi komoditas unggulan daerah guna mendukung program ketahanan pangan nasional dan penetrasi pasar global. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) nilai investasi awal sebesar Rp500 miliar antara Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dengan investor asal Jepang pada ajang Sago Business Forum 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026). 
 
Penandatanganan kerja sama penanaman modal industri pengolahan sagu tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian RI Sarmuji dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Agenda ini menjadi bukti nyata kolaborasi bersinergi antara pemerintah pusat melalui Kemenperin, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, serta pelaku usaha global dari Jepang. 
 
Menteri Perindustrian Sarmuji menyampaikan bahwa forum bisnis ini diselenggarakan guna memperluas jaringan kemitraan industri nasional, sekaligus membuka akses ekspor produk olahan sagu Indonesia ke pasar internasional, khususnya Jepang. 
 
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkab SBT. Maluku merupakan provinsi penghasil sagu terbesar ketiga di Indonesia setelah Riau dan Papua Tengah, dengan total luas lahan mencapai lebih dari 36.000 hektare, di mana 35.000 hektare di antaranya berada di Kabupaten SBT. 
 
"Hilirisasi sagu ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan nasional dan telah tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Pemprov Maluku bersama Pemkab SBT dan Kemenperin terus membangun komunikasi intensif dengan kementerian/lembaga terkait agar hilirisasi sagu di SBT dapat diusulkan masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2027," ujar Hendrik Lewerissa. 
 
Ia menambahkan bahwa industri sagu di SBT akan melengkapi ekosistem hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam di Maluku, mendampingi hilirisasi kelapa dalam, pala, dan cengkih di Maluku Tengah, serta ubi kayu di Buru Selatan. 
 
Pada kesempatan yang sama, Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri meyakini investasi awal Rp500 miliar ini akan memberikan dampak positif yang konkret terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal. 
 
"Proyek hilirisasi ini diproyeksikan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja di area perkebunan/lapangan dan 300 tenaga kerja operasional pabrik. Target produksi awal ditetapkan sebesar 1.000 ton per bulan dan akan ditingkatkan secara bertahap," terang Fachri. 
 
Fachri menekankan bahwa sesuai dengan konsep pengembangan industri hijau modern, pengolahan sagu di SBT dirancang secara zero waste (tanpa limbah). Seluruh bagian tanaman sagu akan dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan industri pangan maupun potensi pengembangan energi terbarukan di pasar domestik dan ekspor. 
 
Melalui kerja sama terintegrasi antara Kemenperin, Pemprov Maluku, Pemkab SBT, dan investor Jepang ini, pemerintah optimistis komoditas sagu Indonesia mampu bertransformasi menjadi pilar utama ketahanan pangan dan komoditas ekspor bernilai tambah tinggi di tingkat global. 
 
(Ulin)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com