Gus Yadi: Patriot Garuda Nusantara Siap digarda Terdepan Menjaga NKRI dan Pancasila!
Minggu, 05 Desember 2021 | Dilihat: 1488 Kali
Ketua PGN Bali H.Daniar, Pangkowilhan Bali & Indonesia Timur Gus Yadi dan Humas PGN Bali AA.Ngurah Brahmantara
Denpasar, TabloidSkandal.com || Berkaitan dengan aksi demo AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) yang bentrok dengan Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali di Denpasar Rabu 1 Desember 202 yang berujung ricuh, PGN Bali menggelar Konferensi Pers bertempat di Markas Komando PGN Wilayah Bali di Denpasar, Sabtu (4/12/2021).
Konferensi Pers dihadiri oleh Pangkowilhan PGN Bali & Indonesia Timur; Gus Yadi, Ketua PGN Bali; H. Daniar Trisasongko,SH,M. Hum, dan Humas PGN Bali; AA Ngurah Brahmantara,
“Tujuan Konferensi Pers ini adalah untuk menjelasakan kepada semua pihak kronologis yang sesungguhnya atas kejadian aksi 1 Desember 2021 sehingga terjadi kericuhan, agar berita kejadian ini tidak dipelintir oleh orang-orang yang ingin membuat kekacauan di NKRI” ujar Gus Yadi.
Gus Yadi menjelaskan kronologis sebagai berikut:
AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) & FRIWP (Front Rakyat Indonesia untuk West Papua) melakukan aksi di Jl.Raya Puputan Renon, rencananya menuju Konjen Amerika Serikat di Jl.Hayam Wuruk-Denpasar pukul 06.00 WITA, padahal Ijin aksi mulai pukul 10.00 WITA. Pada saat itu polisi yang berjaga hanya 7 personel, aksi AMP & FRIWP ditahan oleh Patriot Garuda Nusantara (PGN) ditengah Jl.Raya Puputan Renon-Denpasar.
Peserta aksi membentangkan spanduk besar sekitar 4x5 meter dengan bertuliskan “Indonesia Penjajah” dan membawa mobil komando lengkap dengan pengeras suara, orasinya mencaci maki NKRI, menyampaikan kata-kata yang melecehkan TNI-Polri, meminta hak menentukan nasib mereka sendiri atau referendum, yang membacakan tuntutan AMP & FRIWP bukan orang Papua.
Suasana memanas, terjadilah aksi dorong mendorong antara PGN dengan AMP & FRIWP. PGN minta polisi membubarkan aksi tersebut, karena tuntutan mereka sudah termasuk makar dan cenderung memberontak dengan kekerasan kepada NKRI.
Akhirnya polisi meminta AMP & FRIWP membubarkan diri karena provokasi dari mereka semakin membakar nasionalisme anggota PGN dan masyarakat sekitar untuk memaksa aksi dibubarkan.
Disekitar aksi terdapat SD yang pada hari itu siswa sedang ujian semester, para guru meminta polisi membubarkan aksi orasi AMP & FRIWP, karena mereka secara sengaja menghidupkan lagu-lagu dengan sangat keras dan para peserta aksi menari-nari dijalanan.
Pihak AMP & FRIWP dilengkapi dengan potongan bilah bambu dan kayu berukuran sekitar 2,5 Me-ter, batu berukuran sekepalan tangan, serta busur panah yang sengaja disiapkan di mobil komando, mereka menyerang PGN dengan kayu dan batu, serta melempari aparat keamanan dan pecalang dengan batu. Banyak anggota PGN dan masyarakat sekitar kejadian yang terluka akibat lemparan batu yang secara sporadis, terluka oleh pukulan bambu dan masyarakat yang terkena panah nyasar.
“Demikianlah kronologis kejadian yang sebenar-benarnya terjadi saat itu” ujar Gus Yadi.
Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali meminta:
1) Pemerintah segera melakukan proses hukum kepada tokoh-tokoh AMP & FRIWP dan memulangkan mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut, masih banyak mahasiswa Papua yang cinta dan komitmen kepada NKRI.
2) Meminta kepada Kapolri menginterupsi Polda Bali untuk segera menindak lanjuti laporan No.106 PGN Bali yang sampai detik ini tidak pernah di tindak lanjuti dan di respon oleh Polda Bali.
3) Meminta kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk memberikan jaminan rasa aman kepada seluruh rakyat dari segala aksi dan propaganda AMP & FRIWP yang selalu dikawal oleh LBH Bali.
4) Papua adalah salah satu Propinsi di Indonesia, namun dengan adanya kelompok masyarakat & LBH yang justru mendukung gerakan separatis OPM untuk segera diproses secara hukum.
5) Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali meminta kepada Menteri Dalam Negeri untuk memanggil Gubernur Papua serta Bupati hingga Walikota dimana adanya gerakan-gerakan propaganda AMP & FRIWP yang dilakukan di Papua.
“Demi tegaknya NKRI serta tetap berkibarnya Sang Saka Merah Putih, maka PGN Bali akan tetap siap berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan penegakan kedaulatan NKRI & Pancasila” demikian ujar Gus Yadi.
(sony/bali)