Tutup Menu

Pemda Maluku Dukung Penuh "Seram Opportunity":

Dorong Ekonomi Petani dan Buka 20 Ribu Lapangan Kerja Lewat Hilirisasi Sawit

Jumat, 09 Oktober 2026 | Dilihat: 55 Kali
    
AMBON – Tabloidskandal.com || Pemerintah Daerah Provinsi Maluku menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program investasi "Seram Opportunity", sebuah inisiatif pengembangan ekonomi berbasis kemitraan petani di Pulau Seram. Dukungan tersebut ditegaskan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam rapat koordinasi bersama jajaran Pemda Maluku, PT Kamboti Hasil Tani Maluku, dan PT Kemitraan Bhinneka Solusi di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (7/10).

Program pengembangan ekonomi yang menjangkau Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur ini digadang-gadang menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi pedesaan sekaligus solusi penyerapan tenaga kerja lokal.

"Pemerintah Daerah menyambut baik dan mendukung penuh investasi ini. Model kemitraannya sangat berpihak pada rakyat karena dibangun langsung dengan petani pemilik lahan. Lahan adat, marga, maupun individu tetap utuh milik masyarakat tanpa ada pelepasan hak," tegas Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.

Investasi Seram Opportunity diinisiasi oleh PT Kamboti Hasil Tani Maluku yang dipimpin oleh Direktur Samson R. Atapary beserta Dewan Komisaris (Mansur Tuharea, Arobi Kelian, dan Manik), berkolaborasi dengan PT Kemitraan Bhinneka Solusi yang berkedudukan di Jakarta.

Model Kemitraan Adil dan Ramah Lingkungan

Berbeda dengan skema perkebunan konvensional, Seram Opportunity menerapkan skema bagi hasil yang adil dan transparan. Program ini juga menegaskan komitmen keberlanjutan dengan tidak melakukan alih fungsi kawasan hutan maupun Hutan Sagu yang menjadi benteng pangan lokal.

Direktur PT Kamboti Hasil Tani Maluku, Samson R. Atapary, menyampaikan bahwa pada fase pertama, investasi akan difokuskan pada hilirisasi kelapa sawit, sebelum nantinya merambah ke komoditas kelapa dan kopi.

"Kelapa sawit dipilih sebagai komoditas awal karena sifatnya yang produktif dan memberikan dampak ekonomi cepat bagi keluarga petani. Dengan masa panen Tandan Buah Segar (TBS) setiap dua minggu sekali, petani mendapatkan kepastian arus kas (cash flow) yang rutin," jelas Samson Atapary, Jumat (9/10/2026), di Jakarta.

Target 400 Kluster dan Serapan 20.000 Tenaga Kerja

Pengembangan kawasan perkebunan dilakukan dengan konsep kluster berbasis lahan terlantar di Areal Penggunaan Lain (APL) atau wilayah luar kawasan hutan:
  1.  Skala Kluster: Setiap kluster mencakup area seluas 250 hektar.
  2.  Infrastruktur Pengolahan: Di setiap kluster akan dibangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mini berkapasitas 1 ton TBS per jam untuk memproduksi Crude Palm Oil (CPO).
  3.  Target Jangka Panjang: Pembentukan hingga 400 kluster industri sawit rakyat di seluruh Pulau Seram.
  4.  Dampak Ketenagakerjaan: Membuka lapangan kerja hingga 20.000 orang dengan prioritas utama bagi pemilik tanah, warga desa setempat, dan tenaga kerja asal Maluku.

Sinergi antara Pemda Maluku, pelaku usaha, dan masyarakat pemilik lahan ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur baru pengelolaan investasi daerah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. (Ulin)
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com