Tutup Menu

Warga Desa Torete, Desak PT TAS Tinjau Dampak Lingkungan Dan Dana PPM

Selasa, 22 Oktober 2024 | Dilihat: 338 Kali
Warga desa Torete kecamatan bungser morowali, saat melakukan unjuk rasa di area Hauling. PT TAS. Site Desa Torete, Bungser, Morowali, Sulteng., Jumat, (11/10/2024)
    

Tabloidskandal.com. Sulteng. || Aliansi Masyarakat Desa Torete, bersama Asosiasi Pengusaha Pemuda Torete melakukan aksi unjuk rasa diarea jalan Hauling PT. TAS Site Desa Torete Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, pada pekan kemarin Jumat, (11/10/2024).

Diwawancara terpisah salah satu warga mengungkapkan aksi ini dilakukan guna menuntut PT TAS atas pencemaran debu, kebisingan, dan ketidakjelasan dana Program Pengembangan Masyarakat (PPM) terhitung sejak Tahun 2021.

Dalam tuntutannya pula warga meminta agar PT Tas menunjukkan persetujuan lingkungan, menjelaskan status penggunaan Jety, dan lebih memberdayakan pengusaha lokal. Menanggapi aksi ini, PT Tas berjanji akan mengadakan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama.

Terkait aksi ini, salah satu tokoh Pemuda Morowali, H. Syarifuddin Hafid, S.H., menyayangkan perihal pelaporan tersebut, ia mengingatkan agar perusahaan tidak langsung melaporkan konflik kepada pihak kepolisian. "Selesaikan masalah di tingkat desa melalui dialog bersama tokoh masyarakat. Kepolisian harus lebih aktif dalam menangani konflik sosial dan agraria di wilayah tambang," tegasnya.

Ia juga menekankan, peran DPRD dalam mengawasi perusahaan agar tetap sesuai dengan aturan hukum. Syarifuddin mengaitkan hal ini dengan Undang-Undang Perlindungan Lingkungan Hidup (UU LHK), yang menegaskan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). "Pencemaran lingkungan adalah pelanggaran terhadap HAM. Perusahaan wajib menghormati hak-hak ini," Tuturnya pula.

Menindaklanjuti situasi ini, awak media mencoba mengonfirmasi pihak Polres Morowali melalui Kabid Humas lewat aplikasi WhatsApp. Kabid Humas menyampaikan bahwa Bapak Kapolres sedang melakukan perjalanan luar daerah dan belum dapat memberikan tanggapan lebih lanjut terkait perkembangan situasi di Desa Torete.

Di tengah situasi tersebut, awak media juga mendapatkan informasi bahwa sebanyak sembilan belas warga Desa Torete telah dilaporkan oleh PT Tas terkait tuntutan holing. Ini menambah kompleksitas situasi, dimana warga merasa tertekan dan berharap agar permasalahan dapat diselesaikan secara damai melalui dialog yang konstruktif.
 (Jr Royiki )



 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com