,
05 Desember 2020 | dibaca: 114 Kali
Wakil ketua PWOIN Jateng angkat bicara terkait kata kata kotor
Oknum Kepala Satpol PP Tak Layak Jadi Pejabat Publik.
noeh21
Sejumlah Awak Media yang terkumpul dalam Media PWOIN
Semarang-Skandal.
Lagi lagi aksi coboy oknum pamong Praja bikin sensasi dan menghiasi media Maya saat ini, misal saja pernah terjadi di Jepara bahwa ada oknum satpol PP sok jagoan mirip coboy kampungan, terkait dengan perilaku kurang warasnya itu pernah diberitakan Media.
 
Sebab oknum pamong berbaju coklat itu pernah mengaku oknum anggota Brimob? endingnya mereka kelimpungan lalu mengkriminalkan wartawan yang menulisnya kemudian dilaporkan kepada kepolisian.
 
Kini di Semarang Jawa tengah beredar luas pemberitaan di jagat Maya oleh perilaku kurang ajar sejumlah oknum pamong Praja kota Semarang yang sok jago di lapangan. Dari aksi coboynya itu mereka menantang dengan mengepalkan tangannya dimuka para kuli tinta, sambil mengancam.
 
Dengan adanya ancaman itu serta merta sejumlah wartawan yang bertugas meliput penertiban perda  pedagang buah kaki lima itu sontak mengecam perilaku mirip preman.
 
Aksi kampungan sejumlah pamong berbaju coklat membuat perhatian wakil ketua PWOIN (Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara) DPW Jawa tengah angkat bicara.
 
Sebab menurut Ajipati gunawan, beredarnya berita postingan yang menghiasi dunia Maya itu justru menampilkan budaya tidak tahu sopan santun , kata-kata kotor yang dilontarkan oleh oknum kepala satpol PP kota Semarang menuai protes keras dari pers Jawa tengah.
 
"Mereka sangat bodoh dan ketinggalan zaman jika pejabat saja tidak memahami UU no 40.1999. Tentang pers, kenapa UU itu dibuat?, ya untuk dipatuhi bukan untuk dikotori, apalagi Nama serta jabatannya saja sebagai kepala satpol PP (Polisi Pamong Praja) otomatis punya anak buah, jika panutannya saja tidak bisa ditiru wajar saja anak buahnya bertindak brutal dengan rakyat,''ujar Aji Gunawan yang juga Anggota IPJI (Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia) Jawa tengah itu. Saat dimintai tanggapannya usai sholat Jumat di Kudus.
 
Jurnalis yang sudah malang melintang di dunia pers itu menyebut, jika  kata-kata kotor yang di lontarkan oleh oknum kepala satpol PP kota Semarang Fajar Purwoto mirip ASN yang tak berpendidikan."iya dong pejabat harus itu merakyat, apalagi menjabat sebagai penegak perda, Harusnya mampu bersinggungan langsung dengan publik, nah sebagai pejabat publik yang dibiayai oleh pajak rakyat jangan menyombongkan baju, pangkat, serta jabatanya, apalagi sampai memusuhi dan mengancam-ancam wartawan yang sedang melakukan liputan pastinya melanggar regulasi dari kuli tinta yaitu no 40.1999. Tentang pers.
 
Bahkan jurnalis sejak reformasi itu menambahkan"Dunia pers semakin terancam jika dihadapkan dengan oknum pejabat bertemperamental, bahkan dalam penataan managemen birokrasinya wajib dipertanyakan, sebab mereka sepertinya merasa paling hebat dan tidak mau diawasi, bagaimana jadinya jika mereka dipersenjatai seperti polisi.? Pastinya aksi coboy sering terjadi menimpa Masyarakat bahkan rakyat jadi korbannya," tandas pria berbadan tegap itu penuh geram.
 
"Menempuh proses jalur hukum lebih tepat jika pejabat itu benar-benar menyalahi UU No.40 tahun 1999. Apalagi dugaan pencemaran nama baik bagi para kuli tinta, dan akan diteruskan melalui jalur hukum," terang Ajipati gunawan pada Jumat 4/12/2020 saat bertemu sejumlah media online di Pati dan kudus.
(Red-pwojtg)
Berita Terkait
Berita Lainnya