,
18 Maret 2019 | dibaca: 440 Kali
Caleg Syamsuddin SH Perjuangkan Aspirasi Warga Jakarta
noeh21

Jakarta, Skandal

Syamsuddin SH, Calon Legistatif (Caleg) DPRD DKI Jakarta, nomer urut 4 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), berusaha memperjuangkan aspirasi masyarakat Jakarta dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.





"Soal kebutuhan kan banyak. Saya hanya fokus kepada 4 bidang saja," jelas Syamsuddin ketika ditemui awak media di rumahnya, kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Kemarin sore, 17/4.

Keempat hal itu meliputi bidang pendidikan, kesehatan, honor guru madrasah dan kewirausahaan.

"Keempat hal itu sangat mendesak, meski di luar itu sangat banyak," jelas lelaki religius ini.

Dekat dengan Masyarakat

Apalagi, dia mengaku, empat bidang yang jadi perjuangannya itu,  sesuai dengan pengamatan dan bincang-bincangnya dengan pelbagai warga di Jakarta Utara. Terlebih, mantan aktivis HMI ini, tinggal di pemukiman padat Semper. 




"Jadi saya dekat dengan persoalan masyarakat. Saya tahu persis kebutuhan mereka," jelas lelaki berusia 49. 

Sekadar bukti, di depan rumahnya, berjejeran para pedagang, dari mulai gado-gado, bakmi, somay dan sebagai. 

"Jadi saya mudah mendeteksi keinginan mereka," jelas Ketus Forum Pemuda Betawi dan Wakil Ketua Bamus Betawi Jakarta Utara ini.

Menurut dia, tanpa menafikan upaya yang dilakukan pemerintah pusat, namun dalam penerapannya masih kurang optimal. Misalnya saja soal Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Syamsuddin mengaku, sesuai dengan pengakuan masyarakat, masih saja masih kurang tepat sasaran pendistribusian KJP

"Ada yang seharus berhak menerima (kurang mampu), tidak menerima. Atau yang mampu, malah menerima," jelasnya. 

Jadi, menurut dia, harus ada penataan ulang kembali. 

Masih di pendidikan, ayah seorang putri ini menyoroti timpangnya guru madrasah dibandingkan guru umum. "Gaji mereka bagai bumi dan langit,' jelas Syamsuddin,  

Begitupun di bidang kesehatan. Terlebih menyusul adanya penolakan beberapa rumah sakit terhadap pasien BPJS, maka penanganan kesehatan harus 
dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pihak kelurahan.

"Pemegang SKTM dan  BPJS, menjadi prioritas rumah sakit,' jelas Betawi asli kelahiran Sukapura, Jakarta Utara.

 Wirausaha

Setelah kesehatan dan pendidikan,  kewirausahaan harus menjadi prioritas. Misalnya dengan memberikan kredit, pelatihan entrepreneur dan pendistribusiannya. 




"Ini kita bisa koloborasikan dengan OCE-nya Anies - Sandi," jelas Syamsuddin yang juga menekuni wirausaha di bidang properti.

Ia berharap, setelah minat wirausaha tumbuh, maka Pemda harus membuat lokasi atau outlet penjualan UMKN secara khusus, termasuk buat kaki lima.

"Tentu saja lokasi harus di pusat keramaian, strategis dan terjangkau oleh pengunjung," jelas jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STIAI) Nida El Adabi, Bogor, jurusan Hukum Islam.(Ajie)
Berita Terkait
Berita Lainnya