Tutup Menu

Andi Syafrani Presiden Lira Dengan Segudang Aktivitas

Senin, 28 Maret 2022 | Dilihat: 281 Kali
Presiden LIRA Hasil Munas ke III 2022, Andi Syafrani (foto istimewa)
    
Editor: H. Sinano Esha

JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Hasil demokrasi Musyawarah Nasional (Munas) ke III Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di Hotel Aston Batam selama tiga hari berturut-turut (23 – 25 Maret 2022) telah menetapkan Andi Syafrani sebagai Presiden LIRA masa bakti 2022 - 2027, menggantikan Ollies Datau dengan pertarungan voting yang cukup ketat.

Andi Syafrani, yang semula sebagai Wakil Presiden LIRA, di perhelatan akbar itu meraih tongkat komando Presiden LIRA dari Ollies Datau dengan secara  fair. Kandidat petahana yang semula digadang-gadang banyak kader, pada saat pemungutan suara harus menerima kekalahan.

Gejala kekalahan itu agaknya sudah dirasakan sebelum dimulai pemungutan suara. Yakni, ketika Ollies Datau selaku Presiden LIRA (2017-2022) memberikan sambutan di awal Munas, sudah mengisyaratkan dirinya tak lagi berminat dicalonkan kembali untuk masa bakti 2022-2027. Tapi lantaran desakan kader, akhirnya ia menerima dicalonkan lagi, meski akhir menelan pil pahit.

Lantas siapa sebenarnya sosok yang berani mencalonkan dirinya sebagai Presiden LIRA, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki struktur shadow of government, sebagaimana lazimnya struktur pemerintah hingga kelevel desa/kelurahan? Beda struktur dengan kebanyakan LSM lainnya.

Pimpinan LSM yang satu ini, Andi Syafrani, SHI, MCCL, CLA, CM, SHEELL, juga beda dari kebanyakan pimpinan LSM pada umumnya. Selain ia dosen tetap di  Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah Jakarta (UINS), lelaki kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), 25 November 1978 ini dikenal sebagai pakar hukum tata Negara, dan advokat (pengacara) pendiri Kantor Hukum Andi Syafrani & CO Law Office.

Beken di Mahkamah Konstitusi

Sebagai praktisi hukum, bapak tiga anak ini lebih banyak menangani sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebagai pengacara, Andi Syafrani, namanya cukup beken di MK ketimbang di pengadilan umum. Banyak perkara yang dimenanginya.

Salah satu perkara yang berhasil ditanganinya adalah sengketa Pilpres 2019 di MK, yakni gugatan pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terhadap pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Bersama 33 advokat lainnya, Andi Syafrani yang ditunjuk sebagai tim pembela Jokowi-Ma’ruf Amin, berhasil mematahkan gugatan tersebut.

Dan yang tak kalah menariknya, ketika Andi Syafrani menjadi pembela pasangan  Arsid-Andre Taulani (artis) melawan pasangan Airin-Benyamin dalam sengketa Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel).

“Walaupun akhirnya dimenangkan Airin, tapi setidaknya saya bersama rekan pengacara lain berupaya maksimal untuk menemukan pelanggaran-pelangaran terstruktur yang di back up oleh Gubernur Banten, Atut Chosiyah (ipar Airin-Red),” kata Andi Syafrani, seperti dikutip Liramedia.co.id, beberapa waktu lalu .

Menurut Andi, pihaknya berhasil membuktikan bahwa ada bantuan dari mantan Gubernur Banten Atut yang membuat Airin menang secara telak. Namun Ketua MK pada saat itu, Mahfud MD menyatakan, adanya pelanggaran yang berpengaruh terhadap perolehan suara.

“Alhamdulillah diulang deh, Pilkadanya,” ujarnya.

Penanganan kasus itu sangat berkesan bagi Andi karena ia dan tim pengacaranya benar-benar kerja bakti, dan sudah bekerja berdasarkan komitmen dan idealisme. Selain itu, bagi Andi, pekerjaannya ini membuat ia lebih fokus mencari pengalaman.

Profesi advokat yang digeluti sekarang ini, lanjut dia, bukan semata-mata finalsial saja, tapi juga suatu pembelajaran melalui kasus-kasus yang ditangani. “Terkadang saya memberikan pelayanan jasa gratis kepada masyarakat. Yang penting bisa bermanfaat untuk banyak orang,” papar dosen jurusan Fakultas Syariah Hukum (FSH) dan Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UINS Jakarta ini.

Sebagai praktisi hokum, Andi telah mengantongi Sertifikat Kurotor (AKPI), Sertifikat Trainer Mediator (Mahkamah Agung), Sertifikat Mediator Syariah (APSI-PSP UGM) dan Sertifikat Auditor  (Jimly School).

Segudang Aktivitas

Menjadi pengacara, ia mengawali sebagai Managing Partner, GIA & Partner Law Firm dan ZIA & Partners Law Firm (2010-2020). Group Head Consultant, Uvolution Indonesia (2011), Strategist, Akon Indonesia (2010). Strategist and Legal Analyst, Charta Politika Indonesia (2008-2009). Political and Strategic Consultant, Fox Indonesia (2008). Pusat Studi Konstitusi, Hukum dan HAM (PUSKUMHAM), UIN Syarif Hidayahtullah, Jakarta. Peneliti Indonesia Institute for Civil Sociiety (INCIS), Tangerang, Banten. PPIM IAIN Syarif Hidayahtullah, Jakarta. Lembaga Survei Indonesia , Jawa Barat, dan Peneliti Lembaga UIN Syarif Hidayahtullah, Jakarta.

Presiden LIRA hasil Munas ke III ini juga dikenal aktif  di beberapa organisasi dengan jabatan cukup strategis. Yakni, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI), Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Ikatan Dosen Bukan PNS, Anggota Badan Arbritrase Syariah Nasional MUI Pusat, Dewan Pakar Pusat Studi Konstitusi dan Legislasi Nasional Fakkultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua Umum Ikatan Alumni dan Santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Ketua Presedium Barisan Advokasi Persatuan Dosen RI, Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Provinsi DKI Jakarta, Wakil Ketua LDNU, Menteri Bidang Hukum dan Keamanan dan Wakil Presiden LIRA (2017-2022).

Semua itu tak lepas dari pendidikan yang diembannya. Menurut penuturannya, ia dibesarkan di pondok pesantren, Seblak, Jombang, Jawa Timur. Dan mengawali kuliahnya di Jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta. Sejak memulai studi PMH tahun 1996, ia menyelesaikan segala mata kuliah di semester enam.

Saat kuliah di semester enam, Andi Syafrani bersama teman-temannya membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) UIN Jakarta. Saat itu, Andi bersama teman-temannya menghabiskan waktu untuk mengurusi BEM.

Dan semasa kuliah, Andi juga aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia pernah menjabat sebagai bendahara Komisariat HMI FSH. Capaiannya berorganisasi di HMI hanya sebatas komisariat fakultas.

Usai kuliahnya, ia tidak terburu-buru mendapatkan gelar magister. Tetapi lebih memilih aktif di Lembaga Penelitian (Lemlit) UIN Jakarta, serta menyibukan diri di Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM).

Dan ketika Andi bekerja di Indonesian Center for Civic Education (ICCE) UINS Jakarta, bersama temannya membentuk Pusat Studi Agama dan Politik (PSAP). Pada tahun 2006 ia baru melanjutkan pendidikan magisternya  di Victoria University, Australia, mengambil Hukum Bisnis melalui beasiswa ADS (Australian Development Scholarship). Saat itu, beasiswa tersebut dikoordinatori oleh kampus.

Ia menjadi salah satu dari sembilan mahasiswa yang pertamakali mendapatkan beasiswa dari ADS. Setelah dua tahun menyelesaikan gelar magisternya, Andi bekerja di lembaga survei dan berbagai lembaga konsultan politik, dan memilih sebagai pengacara.
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com