,
04 Januari 2022 | dibaca: 76 Kali
Satpol PP Razia PKL Danau Sunter Tebang Pilih?
noeh21
Penulis: Novila Rosalina
Editor  : Fauzi Rahim

Jakarta –Tabloidskandal.com ll Penertibkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tribun Danau Sunter Dua oleh tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tanjung Priok dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara, diprotes keras pengurus Dewan Usaha Kecil Menengah Komite Daerah (UKM-Komda) Jakarta Utara.

"Saya prihatin atas tindakan sewenang-wenang Satpol PP, melakukan penutupan area dan mengangkut gerobak pedagang yang notebene anggota Dewan UKM-Komda Jakarta Utara. Mereka itu punya legalitas, bukan pedagang liar," ujar bernada kesal Adnan Biki, Sekretaris DewanUKM-Komda Jakarta Utara, Adan Biki, kepada Tabloidskandal, Sabtu, (1/1/2022).

Menurut dia, petugas itu melakukan diskriminasi terhadap pedagang yang ada di area Danau Sunter. Seharusnya pedagang di bawah naungan  pihaknya dibina, bukan di acak-acak. Sementara pedagang liar malah dibiarkan. Yang lebih menyakitkan, Satpol PP di Posko Danau Sunter seolah-olah tak peduli dengan keberadaan pedagang liar tersebut. Tidak melakukan tindakan apapun.

Seperti diketahui, kawasan Danau Sunter merupakan salah satu destinasi wisata di Jakarta. Wajar jika di lokasi tersebut dipenuhi pedagang, baik permanen maupun yang cuma bermodal gerobak. Sebagaimana tempat wisata lainnya, banyak bermunculkan PKL.

“Namun begitu, bukan berarti PKL dimusuhi oleh pengelola maupun Satpol PP. Mereka perlu pembinaan secara proposional. Jika semarawut, ya tertibkan dengan baik. Tidak mesti dagangan di acak-acak, lapak dibongkar dan gerobak diangkut petugas,” saran Yudi, warga Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menikmati akhir pekan bersama keluarga di kawasan Danau Sunter, Sabtu (1/1/2022).

Seperti kejadian pada Jumat (31/12/2022), di mana tim gabungan Satpol PP kecamatan dan Pemkot Jakut melakukan razia terhadap PKL di kawasan Danau Sunter, petugas bukannya melakukan pembinaan terhadap pedagang yang dianggap berdagang semrawut, malah mengobrak-abrik lapak dan gerobak diangkut.

Anehnya, sesuai pemantauan Tabloidskandal.com di lokasi, justru hanya pedagang di area Tribun Danau Sunter Dua yang ditertibkan. Sementara pedagang di kawasan timur dibiarkan, meski sebagian terlihat acak kadut posisi dagangannya.

Ketika tindakan itu dipertanyakan kepada Satpol PP, "Kami hanya menjalankan perintah atasan, kalau mau lebih jelas silahkan tanyakan ke pak Yusuf Majid di kantor Walikota Jakarta Utara, lantai 2," sergah salah seorang Satpol PP Hari Jadi  dijumpai di lokasi.

 "Gimana nih, tak ada kejelasan. Kami dilarang dagang, tapi yang di sebelah sana malah dibiarin. Padahal banyak yang datang dari luar pedagang liar," gumam Yuliana, pedagang mie ayam yang gerobaknya diangkut, Jumat (31/12/2021).

Dari hasil pemantauan Tabloidskandal.com di lokasi pasca razia Jumat, kawasan di Tribun Danau Sunter Dua memang nampak lenggang dari pedagang, tapi di area timur PKL masih ramai, dan kerumunan massa terjadi. Satpol PP membiarkan kondisi tersebut.

Sementara Kasatpol PP Pemkot Jakut, Yusuf Majid, belum berhasil ditemui awak media untuk dimintai komentarnya atas penertiban PKL yang tebang pilih di kawasan wisata Danau Sunter.


 
Berita Terkait
Berita Lainnya