Tutup Menu

LSM Kalsel Desak Pengadilan Tipikor Profesional

Selasa, 07 Juni 2022 | Dilihat: 52 Kali
Ratusan Massa LSM Kalsel Gelar Aksi Simpatik di Depan Pengadilan Tipikor Banjarmasin (foto istimewa)
    
Pelapor : Irwansyah
Editor   : H. Sinano Esha

BANJARMASIN –Tabloidskandal.com ll Dengan dikawal aparat dari Kepolisian Resot Kota (Polresta) Banjarmasin, ratusan massa yang tergabung di beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan aksi simpatik di depan kantor Pengadilan Tipikor di Jalan Tembus Pal 6 Banjarmasin Timur, Kota Banjamasin. Senin (6/6/2022).

Selain aksi membagi bunga kepada pengguna jalan, massa yang di koordinir Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM ) koordinator Wijiyono. SH.MH dan Mahyuni. SH. MH, melakukan orasi terkait persoalan hokum yang ada di Kalsel.

Menurut Aliansyah, Ketua Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintahan dan Parlemen (KPK-APP) Kalsel, aksi yang dilakukan tersebut dalam rangka mengawal dan mendukung penuh masalah hukum secara profesional dan berkeadilan.

“Intinya, jangan sampai ada pihak yang tidak bersalah, tapi dikriminalisasi. Kehadiran kami, bukan untuk mengintimidasi atau mengkriminalisasi lembaga hukum (Pengadilan Tipikor). Silahkan saja bekerja sesuai fungsi dan kewenanganannya. Tapi, harapan kami bekerjalah secara professional, jangan sampai yang benar dikatakan salah, dan yang salah dibenarkan. Janganlah hukum menghancurkan karir orang yang tak bersalah,” papar Aliansyah.

Dia juga mengingatkan, bahwa warga Kalsel mendukung penuh kinerja profesional Pengadilan Tipikor. Terlebih lagi provinsi tersebut akan menjadi Ibu Kota Negara (IKN), oleh karenanya, baik masyarakat maupun para tokoh untuk tidak “becakut pepadaan” (tidak berkelahi sesama kawan).

“Jangan becakut pepadaan , justru harus memberikan contoh bahwa orang Kalimantan suka damai. Aksi ini tidak membela siapapun, murni memberi dukungan kepada pihak Pengadilan Tipikor. Dan mengingatkan para hakimnya, jangan sampai dalam penanganan kasus bersifat memihak, mengorbankan pihak yang tidak bersalah, dan melakukan kriminalisasi hukum,” ujar Aliansyah.

Dalam aksi itu, massa ada menyinggung perihal mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming, menjadi saksi atas dugaan kasus suap peralihan izin usaha pertambangan.

“Kami berharap, janganlah Pak Mardani di sudutkan, bahkan terkesan jadi framing, padahal dalam konteks kasusnya hanya sebagai saksi. Jangan sampai saksi seolah-olah di persalahkan," kata Aliansyah barharap mantan bupati tersebut tidak dikriminalisasi.

Seperti diketahui, nama Mardani muncul dalam sidang kasus dugaan suap izin usaha tambang di Tanah Bumbu dengan terdakwa Dwidjono Potrohadi Sutopo, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tanah Bumbu.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin beberapa waktu lalu, saksi Christian Soetio, Dirut PT Prolindo Cipta Nusantaran, kepada majelis hakim mengatakan, bahwa ia mengetahui adanya aliran dana kepada Mardani melalui PT Permata Abadi Raya (PAR) dan PT Trans Surya Perkasa (TSP). Di dua perusahaan itu Mardani selaku pemilik saham.

Sementara Irfan Idham, pengacara Mardani, secara tegas membantah adanya aliran dana tersebut. Dikatakan, kliennya itu tak terlibat dalam dua perusahaan yang disebut oleh Direktur Utama PT Prolindo Cipta Nusantara, Christian Soetio, dalam kesaksiannya di persidangan.


 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com