Tutup Menu

Kantor Hukum Mantan Menko Polhukam Banyak Tangani Perkara

Selasa, 21 Juni 2022 | Dilihat: 211 Kali
Pimpinan Umum Tabloidskandal.com, Taufik Rachman, bersama Tedjo Edhy Purdijanto SH (foto istimewa)
    
Penulis : H. Sinano Esha

JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Di banyak kasus yang ditangani Law Firm Dhipa Adista Justicia, yang didirikan oleh Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijanto SH (mantan Menko Polhukam 2014-2015 dan mantan Kepala Staf  TNI Angkatan Laut 2008-2009, sebagian besar memenangkan perkara di pengadilan.

Salah satunya adalah kasus harta warisan peninggalan almarhum Lukman Djuhari. Di mana yang berperkara di antaranya Irwan Djuhari, kakak kandung almarhum, dengan Yuli Isnawati, isteri kedua almarhum.

Dalam perkara ini, Kantor Hukum Dhipa Adista Justicia bertindak selaku penasehat hukum Yuli Isnawati, yang digugat perdata oleh Irwan Djuhari di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) pada 24 Agustus 2021 dengan register No: 689/Pdt.G/2021/PN Jkt.Brt.

Kapasitas Irwan Djuhari mengajukan gugatan, ia menempatkan dirinya sebagai ahli waris, mengingat anak pertama almarhum, AB, dari isteri pertama yang sudah diceraikan, YU, dalam perwaliannya karena masih di bawah umur. Hal ini mengingat ia sebagai kakak kandung Lukman Djuhari, dan AB bukan anak kandung Yuli Isnawati.

Menurut tim kuasa hukum Yuli Isnawati, sejak menikah dengan almarhum pada tahun 2016, kliennya itu sudah tinggal bersama Lukman Djuhari dan anaknya di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Begitu juga ketika ia melahirkan anak hasil pernikahan dengan almarhum, AB tetap tinggal bersamanya. Bukan bersama atau di rumah Irwan Djuhari.

Mengingat Yuli Isnawati adalah pihak yang memiliki legal standing yang sah secara Hukum, sehingga patut dan layak untuk mempertahankan hak-haknya, termasuk yang menjadi milik anaknya dan anak almarhum dari isteri pertama.

Sepertinya keadilan berpihak kepada Yuli Isnawati. Setelah gugatan Irwan Djuhari dipatahkan oleh tim advokat Dhipa Adista Justicia, majelis hakim PN Jakbar pada putusannya menerima eksepsi tergugat (Yuli Isnawati) dalam pokok perkara, dan gugatan penggugat (Irwan Djuhari) dinyatakan tidak dapat diterima.

Kasus harta warisan di atas merupakan salah satu contoh keberhasilan kantor hukum yang dikomandoi mantan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijanto SH. Sejauh ini, Law Firm Dhipa Adista Justicia yang berkantor di kawasan Grogol -  Petamburan, Jakarta Barat, banyak perkara yang ditangani. Baik pidana, perdata maupun perselisihan perusahaan. (*)
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com