Tabloidskandal.com - Morowali || Gerakan Revolusi Demokratik Komite Kabupaten Morowali (GRD KK-MOROWALI), bersama Aliansi Masyarakat Torete Bersatu (AMT-B), melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Morowali, Kamis, ( 4/12/2025).
Ketua GRD -KK Morowali Amrin dalam orasinya menyatakan tuntutannya kepada pemda Morowali agar menyelesaikan konflik agraria yang terjadi diwilayah konsesi PT Teknik Alum Service (TAS) dan PSN NEMIE Morowali.
' Unjuk rasa hari ini kami meminta sikap tegas Bupati Morowali menyelesaikan konflik Sosial dan Agraria yang terjadi di Kabupaten Morowali khusunya Desa Torete Kecamatan Bungku Pesisir. Kita menginginkan peran pemerintah hadir sebagai pelayan publik yang bersedia melayani masyarakat dengan memberikan solusi dari setiap persoalan yang terjadi, " Terang Amrin dalam orasinya yang digelar di gerbang selamat datang Kota Bungku Morowali. (4/12).
Amrin juga menuntut pemda setempat agar menyelesaikan persoalan konflik agraria dan konflik sosial yang terjadi di wilayah desa torete Bungku Pesisir.
" Kembalikan tanah leluhur (kampung Tua), Lindungi mangrove, usut tuntas pemalsuan dokumen SKT, SKPT dan hentikan kriminalisasi Aktivis ini menjadi fokus utama. Harus segera diselesaikan, secepatnya jangan berdiam diri apalagi saat ini pemerintah provinsi telah merespon, maka pemda morowali wajib untuk serius menyelesaikan hak rakyat, " Ujar Amrin kepada awak media.
Dalam kesempatan yang sama Ketua AMTB Desa Torete Arlan Dahrin mengungkapkan, kegiatan PT TAS disite Desa Torete secara masif tidak memberikan dampak positif, menurutnya kasus agraria yang terjadi belum diselesaikan hingga saat ini.
" Keberadaan Site PT TAS di desa Torete hanya menyumbang debu dan konflik sosial di dalam kampung, secara masif masalah dana PPM dan pengrusakan mangrove, dan pemberian Uang 4 Miliar kepada kades, hingga hari ini belum tuntas diselesaikan, kasus ini sudah dua bulan di polres Morowali, dan belum ada gelar perkara " Ujar Arlan kepada media ini.
Dalam gelar masa aksi bersama AMTB Desa Torete, protes ini tidak hanya digelar di gerbang kota Bungku dan lampu merah pusat kota , warga juga melakukan aksi dikantor DLH Morowali serta kantor Bupati Morowali.
" Sekali lagi Bupati dan Pemda Morowali harus serius jangan bermain-main merespon masalah ini, jika bupati tidak serius maka kami dari GRD KK-Morowali akan kembali lakukan aksi pendudukan di kantor Bupati Morowali," Ujar Ketua GRD.
(Rina)