,
31 Desember 2020 | dibaca: 51 Kali
Bali Sports Festival Simulasi Sport Tourism Prokes Covid19
noeh21
Denpasar – tabloidskandal.com.
Bali Sports Festival {BSF) yang sedianya akan diaksanakan disepanjang Pantai Kuta pada tanggal 27-30 Desember 2020 akhirnya dimundurkan karena adanya Surat Edaran Gubernur Bali tentang Covid 19. Maka BSF akan digelar pada tanggal 10 Januari 2021 dan akan digelar hanya satu hari saja.
 
Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Bali Putu Astawa yang ditemui awak media menjelaskan bahwa kegiatan BSF bertujuan untuk mensimulasikan Sports Tourism dengan penerapan Protokol Kesehatan yang sangat tinggi dan dipandang perlu untuk memperlihatkan kepada dunia luar bahwa Bali siap melaksanakan kegiatan pariwisata dengan menerapkan Protokol Kesehatan.
 
Hal ini sangat penting agar wisatawan yang berlibur ke Bali merasa yakin bahwa liburan ke Bali aman. Tentu saja diharapkan supaya yang bersangkutan juga bertanggung jawab akan kesehatan pribadi.
 
Lebih lanjut Putu Astawa mengatakan bahwa Pantai Kuta merupakan barometer pariwisata yang sangat strategis, diharapkan dengan penerapan Protokol Kesehatan kegiatan BSF sesuai standard Satgas Covid19. sebagai momentum penting untuk menuju pariwisata Bali yang berkualitas dan berdaya saing.
 
Putu Astawa mengharapkan keberhasilan Bali dalam penanganan Covid 19 akan mendatangkan wisatawan baik domestic maupun mancanegara.
 
Ketua Panitia BSF I Gusti Agung Made Agung yang juga merupakan tokoh pemuda Kuta menjelaskan bahwa kegiatan BSF akan memberikan nuansa baru bagi wisatawan ditengah pandemi Covid 19, Bali aman untuk dikunjungi karena sudah menerapkan Protokol Kesehatan dalam berkegiatan pariwisata.
 
Enam cabang Olah Raga akan digelar ditepi Pantai Kuta, diantaranya adalah: lari pantai, volly pantai, zumba, karate, surfing dan panahan.
 
Gusti Agung menambahkan bahwa BSF berusaha untuk mensimulasikan, memediasi, mensosialisasikan kepada masyarakat Bali secara maksimal tentang langkah-langkah penerapan Protokol Kesehatan disegala bidang, terutama yang berkaitan dengan bidang pariwisata. Harapannya adalah BSF akan menjadi percontohan bagi Sport Tourism di Indonesia.
 
Kami berterima kasih kepada Staf Ahli Pariwisata Gubernur Bali Bapak I Ketut Jaman yang telah membantu kami mencarikan dana dari Kementrian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif.
 
Atas bantuan Bapak I Ketut Jaman kepada pihak kementrian kami mendapatkan dana untuk pelaksanaan BSF, meskipun dana tersebut hanya cukup untuk pelaksanaan kegiatan BSF satu hari dari rencana empat hari, kami tetap bersyukur dan berterima kasih.
 
Sesepuh Bali Jro Made Supatra Karang Penasehat PHRI Bali dan juga seorang maestro Event di Bali saat di tanyakan tentang pendapatnya, beliau mengatakan, sangat mendukung penuh kegiatan BSF. Agar kita bisa hidup berdampingan dengan Covid 19, mengingat Kuta sendiri sangat terkena dampak covid 19, Jro Made Karang mengharapkan Bali dapat bangkit ke arah yang lebih baik.
(Red -Sony)
Berita Terkait
Berita Lainnya