Tabloidskandal.com - Kefamenanu || — Di tengah hiruk-pikuk pelayanan publik, jarang sekali kita menjumpai sosok pemimpin yang tidak hanya memegang jabatan, namun juga memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan dan ketulusan hati. Inilah gambaran nyata dari sosok pejabat yang satu ini : Abdul Syukur aklis, SE kepala kantor UPP kelas 3 wini, berwibawa dalam tugas, namun rendah hati dalam bersikap.
Bagi masyarakat yang berinteraksi dengannya, ia bukan sekadar pejabat tinggi, melainkan pelayan yang hadir dengan senyum tulus dan telinga yang siap mendengar. Ia tidak memandang pangkat atau status, melainkan memperlakukan setiap orang dengan hormat dan kasih sayang. Setiap kebijakan yang diambil selalu mengutamakan kepentingan bersama, bukan keuntungan pribadi atau golongan.
Kesederhanaan yang ia tunjukkan sehari-hari menjadi bukti kemuliaan hatinya. Hidup tidak berlebihan, selalu dekat dengan rakyat, dan tak segan turun langsung ke lapangan untuk memahami kesulitan yang dialami masyarakat. Banyak warga yang merasakan kehadirannya membawa ketenangan dan harapan baru.
"Beliau mendengarkan kami dengan sabar, seolah kami adalah keluarga sendiri. Tidak pernah merasa lebih tinggi dari orang lain," ujar salah satu warga yang pernah menerima bantuan dan pelayanannya.
Kemuliaan hati bukanlah sesuatu yang bisa dipalsukan, dan itulah yang terpancar jelas dari sosok ini. Ia mengingatkan kita bahwa kekuasaan yang sejati bukanlah kekuasaan untuk berkuasa, melainkan kekuasaan untuk berbuat baik. Semoga keteladanan ini menjadi cahaya dan inspirasi bagi setiap pemimpin, agar selalu mengabdi dengan hati yang tulus, jujur, dan mulia.
** Hendrik Meko**