Ketika Massa Virus Corona Berunjuk Rasa Di Gedung Parlemen
Sabtu, 05 Februari 2022 | Dilihat: 675 Kali
Ketua DPR RI Puan Maharani - Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (foto istimewa)
Penulis : Taufik Rachman Editor : H. Sinano Esha
JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Sejak diketahui ada Sembilan anggota dewan terpapar Covid-19, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani menerapkan pembatasan aktivitas di gedung DPR guna menekan angka penyebaran lebih luas lagi.
Selain itu, terhitung per Kamis (3/2/2022) Puan juga mengeluarkan kebijakan bekerja di rumah (work from home/WFH) bagi wakil rakyat.
Menurut Puan, gedung DPR memilki staf atau karyawan yang bekerja di lingkungan parlemen sebanyak 152 orang. Dia khawatir karyawannya itu terpapar Civid-19, mengingat hari-harinya mereka selalu berkomunikasi dengan anggota wakil rakyat. Termasuk dengan wakil rayat yang diketahui terjangkit virus Corona.
"Sistem WFH (work from home) akan kembali diterapkan mulai hari ini," ujar Puan dalam keterangannya, Kamis (3/2/2022).
Dijelaskan Puan, kebijakan tersebut merupakan keputusan hasil Rapat Pimpinan (Rapim) DPR dan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI. Di mana juga diputuskan sistem kerja kedinasan yang berlaku secara fleksibel, yakni dengan kapasitas kehadiran maksimal 50 persen setiap hari.
Adapun mengenai rapat-rapat komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) dengan mitra kerja, hanya dihadiri maksimal 30 persen, dengan waktu pertemuan maksimal hingga pukul 15.30 WIB.
Rapat fisik tetap boleh digelar di gedung DPR dengan durasi maksimal 2 jam. Demikian halnya berkaitan dengan para pihak yang hadir dalam rapat, ikut dibatasi. Yang boleh hadir secara fisik hanya menteri dan pendampingnya.
Dan terkait Komisi DPR yang boleh ikut rapat, hanya pimpinan komisi dan kapoksi yang diizinkan masuk ruang rapat.
"Aturan pembatasan di area kompleks DPR yang berada di Senayan, Jakarta, mulai berlaku sejak tanggal 3 Februari 2022 hingga pemberitahuan lebih lanjut," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan, secara keseluruhan yang terpapar positif Covid-19 di Gedung DPR terhitung tanggal 3 Februari 2022 mencapai 152 orang. Mereka adalah anggota DPR, ASN, hingga tenaga ahli.
Masker Dibuka
Menurut Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, kemungkinan Sembilan yang terjangkitnya virus Corona, tujuh di antaranya setelah mengikuti rapat kerja Komisi X DPR. Ketika itu seluruh anggota dewan membuka maskernya di dalam ruangan.
"Rapat di Komisi X. Kalau enggak salah tujuh [terinveksi]," ungkap Muhaimin kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, seraya menambahkan kalau informs itu didapat dari Ketua Komisi X Syaiful Huda, Kamis (3/2).
Dikatakan Muhaimin, klaster terbanyak adalah ketika rapat anggota dewan, menginat pertemuan tersebut tertutup dan membuka masker. Untuk itu pihaknya telah melakukan evaluasi terkait menyelenggaraan rapat di DPR. Di antaranya, membatasi jumlah peserta rapat sebanyak 30 persen, dan hars melakukan pemeriksaan swab antigen terlebih dahulu.
"Kita minta supaya tidak membuka masker sama sekali. Makan [dan] minum di ruang terbatas lah," imbuhnya.