Tutup Menu

Komando Demo PT IGIP di Sapodel Office Tower Mega Kuningan

Desak BNN dan Mabes Polri Usut Dugaan Peredaran Narkoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Dilihat: 15 Kali
    
JAKARTA – Tabloidskandal.com || Aksi unjuk rasa yang digelar Konsorsium Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (Komando) di depan Sapodel Office Tower yang beralamat di Jl. Prof. DR. Satrio No. Kav. T3, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sempat diwarnai ketegangan dengan pihak keamanan (security), Jumat (30/10/2026). 

Massa mendesak pengusutan dugaan penggunaan narkoba di kawasan industri PT International Green Industrial Park (PT IGIP / GEM 格林美) Desa Sambalagi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Ketegangan bermula ketika massa aksi mendatangi gedung tersebut untuk mencari kantor pusat PT IGIP yang berada di lantai 22. Namun, pihak security gedung sempat menyatakan bahwa kantor perusahaan yang dicari tidak berada di gedung tersebut.

" Kami sangat menyesalkan adanya oknum-oknum yang berusaha menyembunyikan keberadaan kantor PT IGIP. Di awal aksi, pihak keamanan sempat berdalih bahwa kantor tersebut tidak ada di sini," ujar Irwan, perwakilan Bidang Pergerakan Komando, dalam orasinya.

Massa yang merasa tidak puas kemudian terus mendesak dan bertahan di area luar gedung. 
Setelah situasi sempat memanas, pihak manajemen PT IGIP akhirnya bersedia menerima perwakilan dari massa aksi untuk melakukan audiensi di kantor mereka di lantai 22 Sapodel Office Tower.

 Kendati demikian, pertemuan yang berlangsung  tersebut berakhir buntu (deadlock) tanpa menghasilkan kesepakatan apa pun antara kedua belah pihak.

Irwan menegaskan, ketidakjelasan sikap manajemen kian memperkuat dugaan ketidaktransparanan PT IGIP dalam mengontrol para karyawannya dari tindakan melawan hukum di Morowali.

" Kami menduga kuat oknum karyawan PT International Green Industrial Park yang berada di Desa Sambalagi telah menggunakan narkoba di kawasan pertambangan. Ini kesalahan fatal. Karena tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tadi, aksi selanjutnya kami akan langsung mendatangi Mabes Polri dan BNN Pusat agar menindak tegas kawasan industri tersebut," tegas Irwan.

Komando juga mengutuk keras dugaan pembiaran peredaran barang haram tersebut karena dinilai berdampak buruk secara langsung pada masyarakat dan masa depan generasi muda di Morowali.

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com