Tutup Menu

Jokowi Di Hari Pers Nasional, Melepas Anoa dan Tanam Pohon Manggrove

Jumat, 04 Februari 2022 | Dilihat: 576 Kali
    
Penulis : Taufik Rachman
Editor   : H. Sinano Esha

KENDARI –Tabloidskandal.com ll Dipastikan pada agenda puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada tanggal 9 Februari 2022 Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir secara fisik, bukan virtual.

Kehadiran Jokowi disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Praktikno pada pertemuan secara virtual dengan Panitia HPN 2022, Selasa malam (1/2/2022).

Mesesneg Praktikno menjelaskan , format acara presiden di Kendari, selain memberikan sambutan pada HPN 2022 juga melakukan penanaman mangrove, serta melepas hewan khas Sulawesi: Anoa. Sebagaimana agenda acara yang telah ditetapkan Panitia HPN 2022. Dia juga berpesan agar acara bisa dikemas se-simple mungkin tanpa mengurangi subtansi acara.

BACA JUGA: 
Bantuan BRI Buat 332 Pukesma/Posyandu Di Seluruh Indonesia


“Puncak acara   9 Februari, kita sudah booking waktu. Semoga Presiden bisa hadir secara fisik. Tapi, ya, tolong, memang protokol kesehatan harus benar-benar didisiplinkan. Sekarang mulai naik kasus positif Covid. Terus kemudian BOR-nya juga sedikti naik. Jadi ini perhatian kita semua,” kata Pratikno .

Pada pertemuan itu beberapa panitia HPN 2022 memaparkan isu-isu strategis yang akan disampaikan pada puncak acara. Praktikno menyambaut baik seluruh pemaparan tersebut.

Di antaranya adalah menekankan pada tiga tujuan penyelenggaraan HPN, yaitu berkontribusi atas pembangunan di daerah, menyuarakan kepentingan nasional, serta pembahasan isu-isu strategis terkait kehidupan pers nasional. 

Adapun isu strategisnya antara lain, melepas Anoa ke habitat aslinya, dan gerakan penanaman mangrove yang menjadi bagian komitmen Indonesia yang disampaikan dalam puncak acara G20 di Denpasar, Bali.

Menurut Mensesneg, Indonesia memang melakukan show case (memperlihatkan) di acara G20 Bali. Karena itu, pihak Istana mengapresiasi dukungan Panitia HPN 2022 yang berencana mengawali gerakan penanaman mangrove.

Namun demikian, kata Pratikno, yang paling penting adalah bukan bagaimana menanamnya, tapi harus dipastikan pohon mangrove itu tumbuh menjadi hutan. “Jangan sampai hai ini ditanam, besok mati. Begitu juga dengan Anoa, jangan sampai membahayakan hewan itu sendiri,” ujarnya.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com