,
24 Januari 2020 | dibaca: 438 Kali
Cak Reressy: Hutang itu Wajar, Asal Rasional
noeh21

Saumlaki, Skandal

Ketua Forum Pemuda Solan Mandriwiak (FKPSM) Zakarias Reressy menilai hutang adalah sesuatu yang wajar. Lebih-lebih dalam kehidupan bernegara.

"Lihat saja Amerika Serikat, negeri Super Power, masih tak lepas dari hutang," tegas Zakarias pada Skandal saat dihubungi Jumat, 23/1.

Apalagi KKT, sebuah daerah miskin yang terus berkembang, daerah baru dan perbatasan. "Sepanjang kita menciptakan hutang yang benar rasional, berdasarkan aturan, tapi hasilnya buat pembangunan," papar lelaki yang akrab dengan sapaan Cak Reressy itu.

Dia mengingatkan, jangan sampai menciptakan hutang puluhan miliar, tapi kontrak kerjanya tidak ada. Itu kan hutang yang konyol," paparnya dengan nada tinggi.

Sekadar contoh, Cak Reressy berbisik pada Skandal menyebut pemerintahan lalu, saat diawaki BST, menciptakan hutang tidak sesuai dengan prosedur.

Misalnya, pembangunan Pasar Omele, hasil keputusan Kasasi Mahkamah Agung sebesar Rp 72 miliar. Tapi pembangunan Pasar Omele, jangankan kontraknya, dianggarkan saja tidak."Semua itu penuh tanda tanya besar," papar Cak Reressy.

Berondongan pertanyaan pun terlontar dari lelaki berkumis itu. Misalnya, kenapa hutang tersebut tidak dianggarkan? Lantas, di penghujung pemerintahan dulu baru dianggarkan Rp 40 miliar.

"Kenapa diakhir periode baru dianggarkan?" tanyanya mengernyitkan kening. Menurut dia, andaipun dianggarkan dan Pemda harus membayar, itupun ada aturan main, seperti dokumen maupun kontrak kerja.

"Bagaimana kita mau bayar bila tidak ada dokumen kontrak? Siapa yang mau terima resiko hukum bila di kemudian hari terjadi masalah," beber Cak Reressy.

Dia menegaskan, kerugian negara di pemerintahan lama, kisar Rp 140 miliar selama 10 tahun. Temuan audit BPK RI tahun 2018, ada perjalanan dinas fiktif, baik mantan bupati,pejabat daerah, beberapa mantan oknum anggota DPRD. Salah satunya SHR, temuan audit BPK perjalanan dinas fiktif yang harus dikembalikan. "Tapi sampai saat belum dikembalikan, termasuk check up kesehatan fiktif Bupati," tambahnya.

Sebaliknya, jelas Cak Reressy, apresiasi perlu diberikan kepada pemerintahan saat yang diawaki Petrus Fatlolon SH, MH karena melunasi sebagian kerugian negara era BST," tambahnya.

Terlebih, komitmen Bupati Petrus, pemerintahannya saat ini
tidak akan mewarisi hutang apapun kepada pemerintahan mendatang. "Itu perlu kita apresiasi," tegas Cak Reressy memberikan acungan jempol. (TAN I)
Berita Terkait
Berita Lainnya