Tutup Menu

Ahmad Muzani: Perlu Langkah Darurat Tangani Wabah PMK

Sabtu, 11 Juni 2022 | Dilihat: 89 Kali
    
Pelapor : Ajie Jahrudin
Editor     : H.Sinano Esha
                               
JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang hewan peliharaan sudah dapat dikategorikan pandemi, mengingat wabah tersebut telah menyebar di 18 provinsi, dan 127 kabupaten/kota. Puluhan ribu sapi ternak sudah menjadi korban.

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani menyatakan, pemerintah agar lebih serius menangani masalah PMK, karea faktanya wabah PMK sejak dua bulan belakangan ini penyebaran meluas secara signifikan.

“Sudah seharusnya dinyatakan sebagai pandemi, agar ada keseriusan dan terfokus dalam penanganan PMK. Wabah ini telah merugikan para peternak karena sapi-sapi mati, dan tidak tertangani dengan baik,” ujarnya, baru-baru ini. 

Akibat PMK, lanjutnya, peternak di negeri ini sangat menderita. Mereka harus menanggung kerugian yang tidak kecil jumlahnya. Itu sebabnya, ia mendesak pemerintah memberi perhatian dalam penanganan wabah PMKi secara serius.

“Sudah waktunya pemerintah membentuk Satgas penanganan PMK, sekaligus memberi bantuan untuk memperkecil beban kerugian akibat wabah PMK,” saran Muzani. 

Sekjen Gerindra itu menegaskan, sebaiknya penanganan PMK harus segera dilakukan mengingat tak lama lagi umat Muslim akan merayakan Idul Adha. Mengingat jumlah hewan ternak yang diperlukan untuk memenuhi ibadah kurban sangat besar. Dan hewan yang akan dipotong harus bebas dari wabah PMK.

"Sapi-sapi yang teridentifikasi PMK harus dipastikan tidak dijadikan sebagai hewan kurban. Karena itu Fraksi Gerindra mengusulkan agar pemerintah mengganti kerugian petani yang sapi-sapinya terjangkit PMK. Kemudian harus ada pengobatan masif agar sapi-sapi aman dari PMK. Termasuk penyemprotan kandang secara masal. Dengan demikian kerugian yang ditanggung oleh peternak sapi kita bisa diminimalirsir," papar Muzani. 

Jika persoalan penanganan PMK ini terkendala anggaran, Fraksi Gerindra mengusulkan agar dilakukan refocusing anggaran. Mengingat penanganan masalah ini perlu dilakukan dalam jangka pendek dan cepat. Sebab masalah PMK ini jika dilihat dari luas penyebaran dan banyaknya hewan ternak yang terjangkit, harusnya sudah masuk dalam kategori darurat. 

"Itu sebabnya Fraksi Gerindra berharap pemerintah segera bertindak atas persoalan ini. Karena penyakit PMK ini sifatnya sudah menjadi pandemi. Kami juga mendorong agar dilakukan refocusing anggaran apabila terkendala dalam hal dana darurat. Langkah ini sebagai upaya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat terutama para peternak sapi yang sedang terpuruk karena wabah PMK," pungkas Muzani yang juga Wakil Ketua MPR itu. 

Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan penanganan berupa lock down terhadap sapi-sapi yang rentan terjangkit PMK. Namun lock down saja dinilai tidak cukup karena wabah PMK semakin meluas. Sementara berdasarkan data Kementerian Pertanian menunjukkan sebanyak 7.732 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK. Kemudian suspek sebanyak 56.588 ekor sapi yang diduga terkonfirmasi positif PMK. Dari jumlah sapi yang terkonfirmasi positif itu, sebanyak 341 ekor mati dan 405 ekor sapi dilakukan pemotongan bersyarat. Dan sebanyak 20.639 ekor sapi yang dinyatakan sembuh dari PMK.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com