,
05 Desember 2020 | dibaca: 272 Kali
Ahmad Gunawan Dicalonkan Wakil Bupati Jepara dari PDIP.
noeh21
Ahmad Gunawan
Jepara-Skandal
Ahmad gunawan dimata kader partai berlambang banteng moncong putih (PDIP) Jepara mulai ditingkat lokal maupun nasional kiprahnya tak diragukan lagi.
 
Pada jumat 4/12/2020, awak media tabloidskandal.com berkunjung ke kantor sekretariat PDIP Jepara, partai pemenang pilkada jepara itu tampak sibuk melaksanakan Fit and proper test untuk mengisi calon wakil bupati jepara yang sampai sekarang masih kosong.
 
Jejak rekam Ahmad gunawan semasa mudanya memang malang melintang di dunia aktivis itupun waktunya hanya untuk nasib rakyat Kecil, bahkan ada yang baru dari pria kelahiran asli Bumi Kartini itu, ia justru dipercaya oleh para purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia untuk memimpin Yayasan LBH Indonesia(LBHI) yang kini memiliki 7 perwakilan wilayah propinsi.
 
Mantan aktivis almamater GMNI itu juga pernah menggerakan masa pada kasus kedung ombo di Jawa Tengah menentang rezim Soeharto Presiden RI ke II tahun 1998 kemudian tahun 1992 Ahmad Gunawan jadi incaran penguasa orde baru, ia justru ditangkap kemudian diasingkan ke jepang dalam rangka penggembosan suara PDI tahun 1992.
 
"Saat itukan pemilu pada zaman Orba sementara Ibu Megawati dicalonkan jadi caleg DPR RI alhamdulilah jadi dengan suara signifikan di daerah Boyolali, Sragen, Salatiga, bahkan suara PDI saat itu melesat meningkat tajam, " papar Ahmad gunawan.
 
Dia menambahkan kisahnya saat berada di negeri sakura itu. "Saya diasingkan, pertukaran mahasiswa di jepang dalam rangka pembungkaman aktivis Mahasiswa pada kegiatan di waduk kedung ombo sehingga dari 14 orang yang diciduk oleh penguasa Orde Baru saat itu." Tandas AG bercerita pada kisah mudanya.
 
Adik letting di GMNI yang juga yuniornya Agus Condro itu menyebut, "untuk Kelompok solo diinterogasi oleh militernya orde baru di solo, kemudian kelompok salatiga diinterogasi di semarang, pada saat itu Pangdamnya Harsudiono Hartas, sayapun ketika ditangkap yang ikut mengintrograsi termasuk Dandim semarang sudibyo pada tahun 1992, serta Sutrisno Suharto yang juga walikota semarang." terang alumnus GMNI itu sambil menunjukan bukti foto pada awak media ini.
 
Pada pemilu Rezim Orde Baru peserta politik parpolnya hanya 3 partai yaitu PPP, Golkar dan PDI, nah pada saat itu juga mata dan telinganya RI sebelum Yoga sugama jadi Kepala BIN adalah menjadi duta besar di jepang sehingga saat AOTS (Association Organization Technology scholarship) yaitu program MITI Jepang dengan beberapa Negara maju" beber mantan manager koperasi taksi Indonesia.
 
Sementara pendiri partai PDIP di Jepara masih minim punya SK DPP saja bisa sampai 4 kali ngurusnya bolak balik dari Jakarta-Jepara itu hampir setiap minggu PP," ujar Ahmad Gunawan yang juga pernah dipercaya sebagai manager Koperasi Taksi Indonesia pada 1993-1994.
 
Pria yang menikah tahun 1995 dengan Hj. Sri Lestari SE ( mantan anggota DPRD jepara 2014-2019) sepanjang hidupnya untuk kebesaran Kaum Marhen, kemudian di partai politik pilihannya PDI Perjuangan, juga dilembaga sosial di Yayasan LBH Indonesia Menggugat.
 
Bapak 3 anak ayah dari Dewi Tarina Prabawanti, Dewi nikma Sejati Dan Dhimas Trisakti gunawan itu sempat di juluki Sarjana Mahasiswa Marhaen.
 
Pendiri PDIP Jepara dalam kiprahnya di dunia politik dan aktivis yang mengaku yuniornya Agus Condro prayitno (Alm) GMNI solo serta Bambang pacul GMNI Jogya itu kini menggeluti memilih jalur dunia bisnis. (Red-Aji)
Berita Terkait
Berita Lainnya