,
24 September 2021 | dibaca: 121 Kali
Media Online Baru Jadi Alat, Keringatnya Diperas...??
noeh21
Dompu, NTB
Tak terbantahkan...
Kehadiran media massa dibutuhkan. Peran dan manfaatnya sangat dirasakan. Terlebih media online yang bisa diakses setiap saat, kapan, di mana dan oleh siapa saja dengan bebas.
 
Dalam penyebarluasan informasi dan sosialisasi terkait penanganan pandemi Covid-19 misalnya. Signifikan peran media tak terbantahkan.
 
Pertanyaannya... Seberapa besar perhatian pemerintah terhadap media-media tersebut agar tetap mampu eksis sebagaimana dituntut banyak pihak?
 
Dari sekian anggaran negara/daerah yang digelontorkan untuk penanganan Covid ini (termasuk hasil refocusing), berapa rupiah yang dialokasikan dan diperuntukkan bagi pemberdayaan media agar tidak gulung tikar dimasa pelik ini?
 
Perhatian pemerintah di daerah sangat-sangat minim soal ini. Apalagi jika dikaitkan dengan konsep pelayanan yang "adil dan proporsional".
 
Tidak elok jika media harus merengek minta bantuan, karena peran dan yang dilakukan media lebih banyak membantu dan mendukung program pemerintah.
 
"Pemda dan DPRD yang mestinya buka mata hati." Jangan biarkan media massa menjadi "liar."
 
Jika Ingin Teh Manis Jangan Lupa Masukan Gula
(Sarwon Al Khan/MIO Dompu)
Berita Terkait
Berita Lainnya