,
17 September 2020 | dibaca: 1445 Kali
UD Bale Lauk , Agen BRIling, Dan Tiga Oknum Pendamping PKH Sakra Barat Di Polisikan.
noeh21


Skandal NTB

Dalam rangka merealisasikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, NTB tidak berjalan sesuai aturan dan harapan pemerintah.

Di Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, NTB sekarang ini tengah terjadi kesalah pahaman antara Suplier UD DINDA sebagai distributor BPNT berupa daging ayam dan sudah ada perjanjian atau kotrak kerjasama  dengan Agen Keluarga Penerima Manfaat(KPM) dengan UD BALE LAUK dan Oknum PKH Sakra Barat.

Kuasa Hukum UD DINDA Daur Tasalsul, SH. MH  menyatakan Kami datang ke Polres Lorim untuk melaporkan Oknum PKH Sakra Barat inisial R, H, dan K yang di duga melakukan Intervensi, penekanan bahkan ancaman terhadap Agen yang telah menandatangani kontrak " Kerjasama dengan UD DINDA.

Hal itu di katakan DaurTasalsul, SH MH saat di konfirmasi Wartawan Media Skandal News Com NTB di Polres Lotim Rabu, 16 September 2020 pukul 14.30 WITA.

Ia juga melaporkan UD BALE LAUK yang sudah mengambil alih lahan UD DINDA dengan cara yg kurang etis dan tidak sehat tidak berdasarkan aturan yang ada, ujarnya.

Ia juga mengatakan klien kami mengalami kerugian sekitar 2,4 ton daging ayam yang siap di distribusikan rusak dan jika uangkan kerugian mencapai Rp 86 juta 400.

Klien kami UD DINDA hanya bisa merealisasikan sebanyak 1625 KPM saja sedangkankan sebagian besar sudah di ambil alih oleh UD BALE LAUK.

Dan klien kami sudah di rampas haknya dan di klain sepihak oleh UD BALE LAUK, pungkasnya.

Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmi juga mengatakan tidak boleh ada intervensi atsu penekanan dari pihak manapun harus sesuai dengan aturan yang ada.

Sapruddin selaku Ketua Koordinator PKH Kabupaten Lombok Timur belum mengetahui persoalan tersebut dan pihaknya segera mengkrosceknya di lapangan terkait ada Oknum PKH yang bersikap demikian (M.Amin)
Berita Terkait
Berita Lainnya