,
20 Desember 2019 | dibaca: 477 Kali
Staf Kementan Kroscek langsung Program Serasi di Muba.
noeh21
Muba, Skandal

Salah satu program untuk mendukung swasembada pangan terus dilakukan seperti Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang dijalankan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian.

Untuk itu Kementerian Pertanian melalui staf Kementan  Erwin Norwibowo langsung turun ke lokasi memeriksa hasil kinerja Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani ( Serasi ) 19/12/2019.





Melalui kegiatan Optimasi Lahan (Opla) Rawa, membuat pengairan lahan milik petani dapat diatur. Bahkan para petani optimis lahan yang sebelumnya ditanam sekali sekarang dapat di tanam dua kali dalam setahun.

Sutarjo, salah satu petani Warga Desa Perumpung Raya Primer 1 yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani mengungkapkan rasa terima kasih pada pemerintah pusat maupun pemeritah Kabupaten Muba dalam hal ini Dinas Pertanian Muba yang telah menyalurkan menjalankan Program Serasi sampai ke Desa Perumpung. 

"Saya selaku petani di sini desa  merasa sangat terbantu dengan adanya program Serasi ini," ujar Sutarjo.

Dengan adanya Program Serasi ini, lanjut Sutarjo,  kelompok tani di Desa Perumpung Raya Primer 1 ini nantinya dapat menghasilkan panen sampai dua kali dalam setahun, dan dapat meningkatkan pendapatan para petani di desa.



Staf Kementan saat di lokasi persawahan Desa Perumpung Raya kecamatan Lalan Kab Muba kroscek program Serasi


Selama ini, para petani lebih dari 25 tahun merasa sangat kesulitan. "Sekarang kami sangat berterima kasih dengan adanya Program ini, lebih mengharapkan lagi pada pemerintah baik pusat maupun daerah  kalau bisa bantu juga untuk perikanan karena kelompok kami ini ada juga yang mata pencariannya sebagai nelayan tangkapan ikan," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Pertanian (DTPHP) Muba, Ir A Thamrin di lokasi Pembuatan Tanggul Penangkis desa Perumpung Raya mengatakan, program OPLA merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pertanian untuk menjadikan Indonesia Swamsembada Pangan Dunia, di mana program ini mental lahan yang telah dimanfaatkan masyarakat untuk bertani di bantu dalam penataan kelola air dengan sasaran lahan rawa, lahan rawa pasang surut dan rawa lebak. 

"Sehingga nanti bisa meningkatkan indek pertanaman selama ini sekali tanam ke depan bisa dua kali, " katanya. 

Sekarang bersama dengan Kementan yang diwakili staf kementrian langsung turun ke lapangan guna mengecek secara langsung hasil kinerja Program Serasi ini sejauh mana yang telah dilaksanakan pekerjaannya.

"Sekarang lihat lah sendiri kehadiran dari utusan  Kementan yang langsung ke lokasi untuk mengecek hasil dari program Serasi ini," ungkapnya pada wartawan.

Dikatakannya, Kecamatan Lalan ini  mempunyai luas lahan persawahan yang mendapatkan Opla sekitar 20988 / ha lahan dan yang mendapatkan Program Serasi 435 kelompok tani dari 564 kelompok di Lalan ini ,  khusus di Desa  Perumpung Raya ini di samping pembuatan parit ke sawah- sawah, ada juga Pembuatan Tanggul Penangkis sepanjang 11 Km dengan lebar 4 M
"Sekarang ini pihak Kementan sedang memeriksa secara langsung dari salah satu program Serasi ini,"sebutnya.


Saat ngecek tanggul penangkis dan foto bersama di atas tanggul


Sementara itu Kementrian Pertanian yang di wakili  oleh staf Kementan Erwin Norwibowo saat diwawancara Skandal di lokasi persawahan Desa Perumpung Raya Primer 7 ,  mengatakan  kegiatan ini tujuannya sudah sangat jelas. Pertama untuk meningkatkan kualitas,  yang diharapkan dengan anggaran kegiatan Serasi ini dapat mengoptimalkan  mencapai sasaran. 

"Tujuan akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat, intinya untuk perbaikan infrastruktur dalam rangka memperbaiki pruduksi dengan hasil  ada peningkatan pendapatan masyarakat yang berakhir dengan kesejahteraan.
Yang jelas kegiatan fisik sedang berjalan , kita minta kegiatan ini lebih dioptimalkan kembali  di sempurnakan yang belum, mumpungmasih ada waktu sehingga hasilnya sesuai yang diharapkan, " paparnya ( dris )
Berita Terkait
Berita Lainnya