,
16 September 2019 | dibaca: 743 Kali
Rehabilitasi SD Naskat Diduga Tidak Sesuai RAB
noeh21


Saumlaki Skandal

Rehabilitasi dua ruangan kelas SD Naskat 2 Sta. Theresia Wowonda Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar ( KKT ) dikerjakan tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja ( RAB ). Dugaan tersebut ditemukan langsung sesuai data di lapangan Jumat, 13/9/2019.

Saat ditelusuri media ini  dengan mencocokan sesuai data RAB benar - benar sangat memprihatinkan. Pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus DAK tahun anggaran 2019 yang dikerjakan pada bulan Juli sampai Oktober, anggaran yang pencahariannya  ada 3 tahap dengan jumlah yang ukup besar demi membantu kelancaran aktifitas belajar mengajar siswa - siswi. 

Sangat disayangkan, yang tertulis di RAB pekerjaan Rehabilitasi 2 ruangan kelas, namun di depan ruangan yang pekerjaan fisiknya sudah 90 persen, ternyata sesuai  papan informasi tertulis jelas, pembangunan ruang kelas baru volume kegiatannya dua ruang. Lagi-lagi ada dua perbedaan nomenklatur yang terindikasi manipulasi data secara atministrasi sengaja dilakukan.

Di ruang rapat guru, dihadiri oleh Pelaksana Tugas PLT Kepala sekolah dan Panitia Pembangunan  diantaranya Ketua, bendahara dan salah satu buruh bangunan.
Ketua Panitia A. Londar mengaku dirinya selaku ketua hanya bisa mencatat bahan masuk sesuai kebutuhan bangunan saja, sesuai perintah Kepsek.

"Karena tidak ada laporannya, maka saya buang catatan. Tugas saya hanya sebatas itu, sampai hampir rampung pembangunan pun saya tidak diberitau apa - apa lagi, terpaksa saya hanya bisa duduk dan sebatas melihat," tuturnya.

Londar menambahkan, panitia tidak dilibatlkan mengetahui anggaran, termasuk soal gaji atau upah untuk  panitia. "

"Kesimpulannya Panitia di bentuk tetapi tidak difungsihkan," tegasnya.

Bendahara H. Kelbulan menambahkan, terkait anggaran guna untuk pembangunan mengaku  sama sekali tidak tahu. Dia hanya tahu lewat papan informasi di tempel. 

"Barulah saya lihat, ternyata besar anggaran ini yang  didapat. Secara administrasi keuangan sama sekali tidak pernah tahu, karena keuangan khusus pekerjaan ini kita tidak dilibatkan. Akhir pekerjaan barulah saya di berikan laporan untuk ditanda tangani namun saya tidak bersedia," jelasnya.

Seorang Buruh bangunan yang tak mau namanya dipublikasi menjelaskan, sesuai pekerjaan yang di embani, para buruh bekerja tidak berdasarkan RAB atau gambar.
"Kami hanya bekerja sesuai perintah. Saya saat di panggil hanya membicarakan soal upah kerja sesuai kesepakatan 20 juta ribu rupiah," tuturnya.

Dia mengaku, pekerjaan yang dilaksanakan hanya mengganti daun seng, plafon atau tripleks, tehel yang rusak, dinding yang retak. "itu saja yang di kerjakan," tandasnya.

Temuan Skandal Di Lapangan,
dalam RAB, pekerjaan rangka langit langit kayu kelad II, kap kuda kuda kayu  I, gording 5/10 kayu kelas I. Semua itu harusnya diganti, tapi nyatanya kepala sekolah sengaja tidak mengganti material tersebut. 

"Seharusnya bahan bahan 
material tersebut harus digantikan pada bangunan sekolah tersebut, barulah pekerjaan pemasangan langit langit tripleks ( Plafon ) dikerjakan. Namun fakta di lapangan pekerjaan langit langit tripleks ( Plafon ) sudah  selesai dikerjakan untuk  menutupi pekerjaan di atas bangunan yang  seharusnya dikerjakan terlebih dahulu. 

Ada pula seharusnya lisplang papan kayu yang seharusnya digantikan, tapi faktanya tidak digantikan, hanya dicat kembali, seolah-olah diganti dengan lisplang papan kayu kelas II yang baru.

Dalam RAB pekerjaan keramik 30 x 30 sebanyak 56 Dus yang seharusnya dibelanjakan untuk menggantikan keramik yang  rusak,  faktanya di lapangan hanya dibelanjakan 30 dus keramik. Pekerjaan keramik ini sudah selesai dikerjakan.

Fakta di lapangan pekerjaan swakelola 2 ruang kelas SD NK 2 ST Theresia Wowonds yang dikerjakan Kepala Sekolah dan Komite Sekolah, mrnurut sumber,  terdapat unsur kesengajaan dengan tujuan guna mendapat keuntungan dengan tidak membelanjakan dan mengerjakan pekerjaan yang seharusnya didahulukan sebelum pekerjaan langit langit tripleks ( plafon ).

"Yang jelas, pekerjaan dua ruangan kelas yang berasal dari DAK 2019 Swakelola dapat diketahui penyimpangan yang dilakukan mantan Kepsek," ungkap sumber.

Bupati KKT  Petrus Fatlolon diminta segera menindaklanjuti temuan ini dengan memerintahkan Inspektorat agar segera melakukan audit pada pekerjaan 2 ruang kelas," beber sumber, meminta agar  Kejaksaan Negeri Saumlaki segera  melakukan tindak lanjut rehabilitasi SD Naskat 2 tersebut. ( Tan1 )
Berita Terkait
Berita Lainnya