Tutup Menu

Proyek Irigasi  Diduga Gunakan Material Illegal dan Dikerjakan Asal Jadi

Senin, 29 Juni 2020 | Dilihat: 823 Kali
    


Simalungun, Skandal

Proyek irigasi yang telah berjalan selama ini, dikerjakan oleh rekanan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sumber Daya Air Bah Bolon yang berkantor di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun,Sumatra Utara sepertinya pengawasan tidak ketat di lokasi pekerjaan. 

Proyek disebut-sebut menelan anggaran hampir sekitar Rp 12 Miliar, diduga dikerjakan asal jadi karena dalam pemasangan batu padas tidak memakai pondasi. 

Hal tersebut diungkapkan EG, seorang tokoh masyarakat Kecamatan Huta Bayu Raja di salah satu warung di Kelurahan Huta bayu, Minggu (28/6/2020) kemarin. 

Bukan hanya itu, menurutnya bahan material yang digunakan seperti batu padas, diduga berasal dari galian C yang tidak memiliki Izin yang sah, sehingga negara dirugikan.

"Namun batu padas yang selama ini mereka gunakan, izinnya tidak ada. Dalam hal ini negara dirugikan untuk sumber Pendapatan Asli Daerah," sebutnya sembari menuding penggunaan semen yang digunakan tidak sesuai rencana anggaran biaya. 

Amatan Media Skandal di lapangan, Senin (29/6/2020) semen yang digunakan merek merah putih, PCC lagi. Hal ini diduga tidak sesuai dengan RAB yang dibuat dinas terkait. Selisih harga, sudah pasti jauh diuntungkan rekanannya.

Lanjut EG, hasil proyek ini dipastikan tidak akan bertahan lama karena diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi.Rekanan  Untung masyarakat yang sangat dirugikan. 

"Saya jamin irigasi ini cepat rusak. Petani jadi korban, rekanan berdendang di atas panggung dapat keuntungannya besar," ucapnya. 

Sampai berita ini dikirim ke meja redaksi, dinas SDA Bah Bolon belum bisa dikonfirmasi media Skandal.com.terkait proyek irigasi dimaksud karena saat dihubungi no handphone Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bernama Kasirun .sedang tidak aktif. (Team)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com