Tutup Menu

MANAGER NETWORK SERVICE  TELKOMSEL AMBON TEMUI KADIS KOMINFO KKT UNTUK MENAMBAH

Jumat, 13 Desember 2019 | Dilihat: 1136 Kali
    


Saumlaki, Skandal

Dalam upaya melakukan perbaikan menambah dan meningkatkan kualitas pelayanan jasa telekomunikasi selular di Kota Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Manager Network Service Telkomsel Cabang Ambon, I Wayan Sudana,  mengunjungi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Andri Kurniawan untuk membahas sekaligus menyampaikan beberapa hal terkait pelayanan PT. Telkomsel Regional Maluku/Papua di Saumlaki yang kini telah menggunakan jaringan fiber optik (FO) Palapa Ring Timur, Rabu 11/12.

I. Wayan Sudana mengaku sudah cek di beberapa spot tadi malam, ternyata masih perlu ada penambahan kapasitas. Sebab, masyarakat walaupun sudah merasa nyaman, namun mereka masih ingin menambah kecepatannya lagi.

Wayan juga mengaku telah melakukan kunjungan ke pusat distribusi Telkomsel (Telkomsel Distribution Center/TDC) menemukan masih banyak sorotan masyarakat terhadap pelayanan Telkomsel walaupun sudah menggunakan FO.

Selain itu Wayan juga mengatakan pihaknya akan terus memperbaiki pelayanan dengan cara meningkatkan kapasitas di Kota Saumlaki dan sekitarnya, termasuk Kecamatan Wermaktian dan Kota Larat." 

Wayan nyatakan pihaknya akan melakukan target 60 juta satu site, jadi minimum penduduknya 3.000 jiwa.

Sementara itu, Kadis Kominfo Andri Kurniawan ketika menyentil tentang pelayanan Telkomsel di Kota Larat dan sekitarnya, Wayan mengatakan, pihaknya sementara mempersiapkan survey yang akan dilakukan di Larat dalam waktu dekat.

Larat dinilainya masuk periode tahun depan, namun pihaknya membutuhkan dukungan dari masyarakat.

Menurut Wayan, jaringan Telkomsel di Larat saat ini masih menggunakan satelit dan untuk memperbaiki kualitas layanan harus memakai radio link.

"Kalau ada optic, itu lebih bagus untuk menghubungkan ketika dia menggunakan radio link. Berarti, kami harus pastikan repeaternya, namun terdapat kendala yaitu PLN. Biasanya kita harus membuat titik repeater satu atau dua buah sampai ke sana, karena repeaternya itu membutuhkan PLN 24 jam beroperasi. Jadi kami survey dulu untuk memastikan terlebih dahulu, tapi prioritas nomor satu itu Larat,"  tuturnya.

Selain layanan Telkomsel di KKT Wayan juga menyampaikan proses bisnis pembelian bandwidth fiber optik yang dilakukan antara PT. Telkomsel (Telekomunikasi Selular) sebagai anak perusahaan PT. Telkom dengan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) sebagai operator Palapa Ring Timur.

“Palapa Ring Timur di handle oleh Moretelindo. Moretelindo itu konsorsium dengan XL. Moratel ini tidak bisa langsung (jual bandwidth), dia harus lapor ke BAKTI.

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com