,
28 September 2019 | dibaca: 1657 Kali
1 TAHUN PEMBUNUH RUMADI BELUM TERUNGKAP
noeh21
Darsono


Skandal Pati

Genap 1 tahun pembunuhan Rumadi, warga Dukuh Randu Gunting, Desa Tajung Sari, Kecamatan Tlogo Wungu, Kabupaten Pati, menyisakan persoalan panjang.

Rumadi tewas diduga akibat dikeroyok sejumlah warga Desa Lahar yang justru tetangga desanya sendiri.

Tewasnya pria saty anak itu genap 1 tahun sampai saat ini belum terungkap para pelakunya.

Darsono ( 50), kakak kandung korban berharap ada penegakan hukum untuk keluarganya.

Anton S

"Saya menanti kepastian hukum yang benar benar adil berpihak pada keluarga saya belum juga datang, memihak keluarga saya demi keadilan terhadap rakyat bawah dan rendah seperti saya,"ujar pria 2 anak itu lugu.

Menurut warga asli Dukuh Randu Gunting menceritakan gamblang seputar tewasnya rumadi.

 "Awal terbunuhnya adik saya yaitu sekira hari Rabu tanggal 12 September 2018," ujar warga Rt 06.04 Tajung Sari Tlogowungu.

Setelah  kematian adiknya, Darsono mendatangi Polres Pati dengan maksut melaporkan kasus kematian Rumadi.          "Memang tragis kematian adik saya itu. Padahal dia juga pernah divonis oleh dokter kejiwaan dari rumah sakit jiwa di Semarang Jawa Tengah," ujarnya terbata bata.

Sebelum tewas, adiknya pergi keluar rumah pada pagi hari Jumat, tanggal 22 Juni 2018 sekira pukul 11.00 wib dengan membawa sepeda motor, milik Darsono.  Namun entah kemana perginya. Pihak keluargapun tidak ada yang tahu. 

Kemudian sekira pukul 12.30 wib usai sholat Jumat, Darsono dapat informasi tentang pengeroyokan adiknya di Dukuh Ngangrek, Turut Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu Pati.

Pengroyokan itu di lakukan atas provokasi seorang warga yang menuduh adiknya sebagai pencuri sepeda motor, milik Ngadimin,  yaitu warga Cabak yang sekarang menetap di Margoyoso Pati, wilayah utara.

"Atas tuduhan dari ngadimin itu rumadi mengalami luka berat," terang lelaki yang setiap harinya petani ini.

Bahkan, tambah Darsono, saat di keroyok,  korban juga meminta belas kasihan kepada para pelaku.

"Tolong saya ini orang sakit jangan dipukuli terus. Tolong pak tolong saya jangan di pukuli," ujar warga yang tak mau di sebut namanya menirukan  rintihan Rumadi.

Tak lama kemudian keluarga dapat lnformasi bahwa yang Rumadi sudah ditemukan di wilayah Rt 10 Rw.08 Dukuh Nganggrek, Desa Cabak dengan kondisi sangat parah: berdarah darah.

Menurut Darsono, ada puluhan orang yang ikut mengroyok dan menganiaya adiknya. Tak lama kemudian Polsek Tlogowungu dan Polres Pati melakukan olah TKP dan berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku: Eko, warga Dukuh Jasem Turut Desa Lahar RT 01 RW 04 Kecamatan Tlogowungu Pati.

Kemudian Polres Pati juga menangkap Ngadimin, warga Cabak yang sekarang berdomisili di wilayah kecamatan Margoyoso, Pati Utara. Keduanya di tangkap ditahan selama 60 hari.

Anehnya dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan itu dilepas lagi.
tanpa ada keterangan yang jelas.
Kenapa?

Dilepasnya 2 tersangka membuat hati Darsono pedih dan terkoyak.Ia mengadu kepada Anton Sugiman koordinator LSM Komunitas Pegiat Anti karupsi Kabupaten Pati. 

Anton menyarankan Darsono bersama sama menanyakan Kapolres Pati, bertemu salah satu penyidik.

"Benar memang saya mengarahkan agar keluarga korban menanyakan kasus pembunuhan itu ke penyidik yang menangani kasus itu." ujar mantan Humas Pati.

Sementara kanit II pidana umum polres pati Aiptu Mujahid saat dikonfirmasi via handphonenya sekira pukul 15.30.hari jumat membenarkan kasus itu sudah sata proses terus dan berlanjut agar secepatnya bisa p21 lengkap berkas perkaranya dan di terima oleh jaksa penuntut umum.

"Terus saya lakukan supaya bisa p21," kata mantan Kanit Tipikor Polres Pati.

Selanjutnya Anton Sugiman dan keluarga korban segera mengadu ke Polda Jateng dan Mabes Polri jika kasus pembunuhan itu tidak segera terungkap pelakunya. (Jateng)
Berita Terkait
Berita Lainnya