,
04 Agustus 2018 | dibaca: 470 Kali
Peduli Gempa Bumi 6,4 SR, Sekolah Perempuan Desa Pijot Salurkan Bantuan.
noeh21
Skandal NTB :

Sebagai bentuk solidaritas rasa kemanusiaan terhadap para korban musibah Gempa Bumi 6,4 SR yang melanda warga masyarakat di Obel- Obel, Kecamatan Sambelia, Sembalun, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB),  Komunitas Sekolah Perempuan (SP) Desa Pijot Kecamatan Keruak Lotim  menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang terkena dampak gemoa berupa ; beras, pakaian, selimut, tikar, super mi, air mineral dan kebutuhan perempuan seperti softek.

Anggota sekolah perempuan tandatangani Posko

Ketua Komunitas Sekolah Perempuan (SP) Desa Pijot Kec.Keruak Lotim  Fitriah S.Sos  kepada wartawan Skandal NTB Sabtu, 4/8/2018 menjelaskan bantuan tersebut  bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap para korban musibah gempa bumi bermaglitudo 6,4 SR.  Gempa  mengguncang Desa Obel - Obel dan Sembalun Lotim NTB pada Minggu,29/7/2018, meyebabkan korban belasan meninggal dunia, ratusan korban luka,   ratusan rumah hancur dan roboh.

Bantuan langsung diserahkan oleh anggota Komunitas Sekolah Perempuan  dkk di Oosko Penanggulangan Bencana Alam Polres Lotim di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lotim NTB, Sabtu 4/8/2018.

"Kami dari Komunitas Sekplah Perempuan (SP) mengucapkan rasa Duka yang mendalam kepada korban semua keluarga yang di timpa musibah agar tabah dan sabar. Semoga saudara kita yang meninggal di ampuni oleh  Allah Swt Tuhan yang Maha Kuasa aamiin," ugkapnya.

Menurut dia,  rombongan sengaja untuk melihat langsung ke lokasi  gempa bumi dan menyerahkan  bantuan. "Semoga bermanfaat bagi saudara - saudara kita di sini serta memberikan  empati, semangat, agar semua keluarga bersabar dan tabah. "ini musibah yang datang secara tiba - tiba. Kita tidak tahu  kapan datangnya," tandasnya.

Joko Subianto selaku pembina  Komunitas  Sekolah Perempuan (SP) Desa Pijot Kecamatan Keruak Lotim NTB menyatakan sangat prihatin dan kasihan melihat keadaan mereka yang hancur tempat tinggalnya akibat di guncang gempa bumi dan sekarang tinggal di pengungsian
"Saya berharap segera pemerintah membangunkan mereka rumah," harapnya(007MA).
Berita Terkait
Berita Lainnya