Tutup Menu

Ketum Apiki: MBG Butuh Pengawasan Masyarakat agar Dampak Ekonomi Desa Benar-Benar Terasa

Kamis, 21 Mei 2026 | Dilihat: 12 Kali
    

Tabloidskandal.com - Jakarta ||– Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia [APIKI] Anto Suroto menilai program Makan Bergizi Gratis [MBG] masih memiliki kekurangan. Ia menekankan pentingnya pengawasan dari masyarakat agar dampak ekonomi desa benar-benar bisa dirasakan.

Menurut Anto, program MBG seharusnya memberi _multiplier effect_ bagi petani yang mayoritas berada di pedesaan. Namun kenyataan di lapangan belum sepenuhnya demikian.

“Jangan sampai MBG hanya menguntungkan pengelola yang nakal. Masih ada praktik titipan dan potongan harga, baik untuk daging sapi, daging ayam, telur, tahu, tempe, maupun sayur mayur,” ujar Anto, Kamis, [21/5/2026].

Ia menilai praktik semacam itu harus dihapus jika Indonesia ingin menjadi negara maju. Salah satu solusinya, kata Anto, adalah membentuk sistem satu pintu melalui Koperasi Merah Putih sebagai penampung produk pertanian dan sayur mayur untuk kebutuhan MBG.

Dengan sistem ini, harga produk pertanian bisa lebih stabil dan tidak mudah anjlok saat panen raya.

“Petani sudah mengeluarkan biaya dari pengolahan lahan, bibit, pupuk, sampai perawatan. Tapi begitu panen raya, harga terjun bebas. Petani daerah sering merasakan itu, sementara tengkulak dan pedagang besar tidak pernah rugi,” jelasnya.

Anto berharap pemerintah segera menindaklanjuti usulan tersebut agar program MBG tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi juga menguatkan ekonomi petani di desa.


Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com