Tutup Menu

Gubernur Maluku Minta Kader PAN di DPR Kawal RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 03 September 2026 | Dilihat: 14 Kali
    
Ambon — Tabloidskandal.com || Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta dukungan politik Partai Amanat Nasional atau PAN untuk mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan di DPR RI hingga tuntas.

Permintaan itu disampaikan saat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan melantik pengurus DPW dan DPD PAN Maluku periode 2024-2029 di Hotel Santika, Ambon, Rabu, 2 September 2026.
Lewerissa meminta dukungan Zulkifli Hasan dan kader PAN yang duduk di lembaga legislatif untuk ikut memperjuangkan regulasi yang mengatur kekhususan provinsi kepulauan.

"Saya selaku Ketua Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan yang beranggotakan 10 provinsi kepulauan, mohon dukungan politik dari Bapak Ketua Umum dan seluruh unsur Partai Amanat Nasional, baik dari jajaran DPP maupun para kader PAN yang berada di lembaga legislatif, untuk bersama-sama mengawal dan memperjuangkan RUU Daerah Kepulauan ini sampai tuntas," kata Lewerissa dalam sambutannya.

Menurut dia, RUU Daerah Kepulauan bukan sekadar agenda legislasi. Regulasi tersebut dibutuhkan untuk menghadirkan keadilan dalam desain kebijakan pembangunan nasional, terutama untuk wilayah dengan karakter geografis kepulauan.

Lewerissa mencontohkan persoalan yang dihadapi Maluku dan provinsi kepulauan lainnya, mulai dari wilayah yang tersebar, rentang kendali pemerintahan yang jauh, biaya logistik dan transportasi tinggi, hingga pelayanan publik yang membutuhkan biaya lebih besar dibanding wilayah kontinental.

"Karena itu, kita membutuhkan affirmative policy dan kerangka kebijakan yang secara khusus mengakui karakter sebagai daerah kepulauan," ujarnya.

Dia berharap RUU tersebut mengubah cara pandang pembangunan nasional terhadap wilayah kepulauan. Laut, kata Lewerissa, semestinya dipandang sebagai penghubung, bukan pemisah. Pulau-pulau kecil juga tidak semestinya ditempatkan sebagai wilayah pinggiran, melainkan bagian strategis dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lewerissa juga mengajak PAN dan seluruh kekuatan politik di Maluku membangun persaingan politik yang sehat. Menurut dia, perbedaan partai dan pilihan politik tidak semestinya memutus hubungan persaudaraan maupun menghambat pelayanan kepada masyarakat.
"Berbeda partai tidak berarti berbeda persaudaraan. Berbeda pilihan politik tidak berarti berbeda tujuan kebangsaan. Berbeda strategi perjuangan tidak berarti berbeda kecintaan kepada rakyat," tuturnya.

Dia mengatakan persaingan politik tetap diperlukan dalam demokrasi. Namun, ketika masyarakat membutuhkan pelayanan publik, pembangunan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan kesejahteraan, sekat politik harus dikesampingkan.

"Demokrasi yang dewasa bukan hanya tentang memenangkan pemilu. Tetapi demokrasi tentang bagaimana kemenangan politik diterjemahkan menjadi kemenangan rakyat," katanya.

Lewerissa juga meminta pengurus PAN Maluku menjaga persaudaraan dan keberpihakan kepada masyarakat.

"Jaga amanah, karena jabatan adalah kepercayaan. Jaga persaudaraan. Karena perbedaan politik jangan sampai merusak persatuan orang Maluku. Dan jaga keberpihakan kepada rakyat. Sebab pada akhirnya, seluruh perjuangan politik harus bermuara pada kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Zulkifli Hasan: Partai Politik Bukan Lawan

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam pidatonya mengajak kader PAN membangun hubungan politik yang tidak didasarkan pada permusuhan. Dia menyebut partai politik sebagai mitra dalam kehidupan demokrasi.

"Partai itu bukan lawan, tapi mitra kita. Jadi tidak layak kita kalau bermusuhan. Kalau kompetisi iya," ujar Zulkifli.

Menurut dia, persaingan politik memiliki batas waktu dan ruang. Pemilu 2029 akan menjadi ajang kompetisi berikutnya untuk memilih presiden, gubernur, anggota legislatif, bupati dan wali kota.

Zulkifli mengingatkan pengalaman konflik politik di masa lalu. Perpecahan, menurut dia, hanya membawa kerugian bagi masyarakat.

"Kita sudah punya pengalaman dimana kalau kita pecah belah, kita rusuh, kita rugi, Pak. Yang rugi kita. Yang ada itu kehancuran dan kesedihan," katanya.

Dia juga mengajak PAN Maluku mendukung pemerintah daerah agar mampu menjalankan pemerintahan dengan baik. Zulkifli menyebut tugas kepala daerah tidak ringan, terutama di tengah keterbatasan anggaran dan tingginya risiko dalam menjalankan pemerintahan.

"Dukung Pak Gubernur, dukung Pak Wali Kota. Para Bupati didukung agar sukses. Nggak gampang, Pak, mimpin daerah itu," ujar dia.

Zulkifli meminta kader PAN tidak sekadar melontarkan kritik dari luar pemerintahan. Jika menemukan persoalan, kader diminta datang langsung kepada kepala daerah dan menyampaikan saran secara baik.

"Jangan maki-maki di luar stadion. Ikut di stadion, datangin dengan baik. Sampaikan saran-saran dan pertimbangan kita agar sukses," katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga menjelaskan filosofi matahari yang menjadi simbol PAN. Menurut dia, matahari menyinari siapa saja tanpa membedakan latar belakang.

"Siapa saja yang ingin berbuat baik untuk tanah air, silakan bergabung dengan Partai Amanat Nasional. Terbuka. Mau dari suku mana pun, dari agama mana pun, apa pun background-nya," ujar Zulkifli.

Dia juga mengingatkan kader PAN agar menjaga lingkungan dan tidak merusak laut maupun hutan. Menurut dia, nilai perjuangan PAN tidak berhenti pada hubungan antarmanusia, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap alam.

Widya Pratiwi Murad: PAN Maluku Harus Jawab Kebutuhan Masyarakat

Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Widya Pratiwi Murad meminta jajaran pengurus PAN menjadikan politik sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat. Dia mengingatkan jabatan dalam kepengurusan partai merupakan amanah untuk bekerja, mendengar aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Jabatan dalam kepengurusan PAN bukanlah sebuah kehormatan semata, tetapi sebuah amanah. Amanah untuk bekerja, amanah untuk mendengar, amanah untuk hadir di tengah masyarakat, dan amanah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat," katanya.

Widya meminta kader PAN tidak membangun partai hanya untuk kepentingan internal organisasi. Menurut dia, PAN harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat sesuai dengan slogan partai, "Bantu Rakyat, Tegakkan Keadilan".

"Karena itu saya mengajak seluruh jajaran pengurus Partai Amanat Nasional di Maluku untuk menjadikan politik sebagai jalan pengabdian. Jangan pernah kita membangun partai hanya untuk kepentingan internal partai. PAN harus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Widya juga mengaitkan posisi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan dengan kebutuhan Maluku sebagai provinsi kepulauan. Dia berharap kebijakan pangan pemerintah pusat turut memperhatikan kondisi geografis dan potensi lokal Maluku.

"Kita ingin agar petani Maluku semakin sejahtera, nelayan Maluku semakin kuat, pangan lokal semakin berkembang dan hasil bumi Maluku memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku," katanya.

Widya berharap kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperkuat agar program nasional dapat menjangkau desa, pulau-pulau kecil dan masyarakat pesisir Maluku.

Sebagai Ketua DPW PAN Maluku sekaligus anggota DPR RI dari daerah pemilihan Maluku, Widya mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Maluku di tingkat nasional.

"Untuk itu saya membutuhkan dukungan seluruh kader PAN. Kita harus memperkuat struktur organisasi sampai ke tingkat akar rumput," ujarnya.

Dia juga mengajak generasi muda, perempuan, tokoh masyarakat, kalangan profesional, akademisi, pelaku usaha, petani, nelayan dan berbagai elemen masyarakat bergabung dalam perjuangan PAN di Maluku.

Widya ingin PAN menjadi ruang bersama bagi masyarakat yang ingin bekerja dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Saya ingin Partai Amanat Nasional menjadi rumah bersama, rumah bagi kita semua, orang yang ingin berbuat baik untuk Maluku, rumah bagi mereka yang ingin bekerja bukan sekadar berbicara, rumah bagi mereka yang ingin memperjuangkan kepentingan rakyat," kata dia.

Kepada pengurus DPW dan DPD PAN yang baru dilantik, Widya berpesan agar menjaga integritas, kekompakan dan nama baik partai. Dia juga meminta kader turun ke masyarakat serta mendengar dan memperjuangkan persoalan yang dihadapi warga.

"Hari ini kita melantik sebuah kepengurusan baru, tetapi sesungguhnya yang kita mulai hari ini adalah sebuah babak baru perjuangan di Maluku," ujarnya.

Widya mengajak seluruh kader bekerja lebih keras untuk mewujudkan Maluku yang maju, masyarakat sejahtera dan rakyat yang bermartabat.

"Kita boleh berbeda latar belakang, kita boleh berbeda daerah, kita boleh berbeda pandangan, tetapi kita memiliki satu rumah besar Maluku dan kita memiliki satu cita-cita: Maluku yang maju, masyarakatnya sejahtera dan rakyatnya bermartabat," katanya.

Pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Hendro Purnomo, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Gubernur Maluku periode 2019-2024 Murad Ismail, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, anggota DPR RI dari PAN daerah pemilihan Maluku Widya Pratiwi Murad, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, Bupati Buru Selatan La Hamidi, dan anggota DPR RI Desy Ratnasari.
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com