,
14 Mei 2020 | dibaca: 938 Kali
Bupati Malra Minta 15 Media Kawal dan Awasi BLT PKH,BST,.BPNT
noeh21


Malra, Skandal

 Bupati Malra Drs Hi M.Taher Hanubun memberikan arahan kepada 15 media yang ditunjuk agar bisa mengawasi dan mengawal bantuan BLT, PKH,BST,BPNT sekaligus  mensosialisasi covid 19 di 11 kecamatan di Kabupaten Maluku Tenggara(Malra)

Arahan itu disampaikan Bupati Malra usai buka puasa bersama di kediamannya hari ini, 14/5.

​​​​​

Buka puasa bersama itu dihadiri Kabag Humas Malra dan Staf Humas, sekaligus  mengundang 15 media menjadi pengawas bantuan yang disalurkan ke masyarakat.

"Apabila di kemudian hari ditemukan penyalagunaan oleh Kepala Ohoi, terutama  rekayasa data,maka  akan ditindaklanjuti serta  dapat diberhentikan sebagai Pejabat Ohoi," tutur Bupati.

Karena itu, Bupati  akan menyurati  seluruh  camat Kabupaten Malra terkait bantuan dan pengelolaan dana desa. "Selaku Bupati Malra saya memberikan kepercayaan kepada rekan rekan media untuk segera menguji petik dari Ohoi ke Ohoi sekaligus melakukan informasi ke posko tim pengawasan," urai Bupati.

Menurut Bupati, terkait  pengawasan bantuan  bukan saja dari  pemerintah daerah dan pihak penegak hukum, terutama TNI - Polri dan kejaksaan, tapi yang  terpenting  media.

"Sebab, kita ingin daerah ini besar dan maju, termasuk media. Makanya kemitraan ini  harus kita junjung dengan baik," jelas Bupati, sekaligus memerintahkan
 Kabag Humas  melakukan pendaftaran nama nama  media agar secepatnya dapat bergerak.

15 Media itu antara lain  Skandal.Com. Kabar Timur, Maluku Post, Tual News,Marin News, Tenggara raya,Dhara post Tribun Maluku,Rakyat Maluku, Antara News,Evav News, Ambon Akspres, Suara damai,Tual News dan Malra Cyanal.

"Semua biaya meliput dan mengawasi biaya transportasi ditanggung oleh Bupati Malra. Hal ini juga membuat kami para kuli tinta Kab Malra merasa  bangga kepada Drs Hi.M.Taher Hanubun," ujar wartawan Skandal, Buce Ragakbauw.

Buce juga mengajak   kuli tinta bergandeng tangan dan bahu membahu meningkatkan pembangunan di daerah Malra

Selain itu, Bupati juga sempat menyentil  Ohoi yang belum mencairkan dana desa,agar bisa mempercepat pelaporan guna dapat dicairkan. 

"Tetapi kalau terlambat, maka selesai bulan ini. Dana tidak bisa di cairkan. Yang rugi adalah desa,jadi harap buat laporan yang baik  agar tidak ada terkendala," pinta Bupati. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya