,
23 Juli 2019 | dibaca: 232 Kali
Ratu Kalinyamat Digagas Sebagai Pahlawan Nasional
noeh21

RATU  Kalinyamat bagi masyarakat Jepara, Jawa Tengah, adalah pahlawan kultural masyarakat. Sebagian besar masyarakat mengetahui kiprah, eksistensi, dan sejarah Ratu Kalinyamat sebagai tokoh regional yang berkontribusi pada perjuangan nasional.

Itu disampaikan sejarawan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Unisnu Jepara, pada, Selasa, 23 Juli 2019.

Alamsyah mengatakan, sebagai tokoh regional, Ratu Kalinyamat merupakan putri dari penguasa kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak. Sebagai tokoh nasional, perjuangan istri Sultan Hadiri tidak hanya untuk masyarakat Jepara, tapi juga membangun hubungan dengan Aceh, Johor, dan Hitu Maluku dalam melawan Portugis.

“Ratu Kalinyamat juga memiliki peran penting dalam sejumlah bidang. Seperti politik, ekonomi, seni budaya, hubungan dengan pihak luar,”ujar Alamsyah usai memberikan kuliah umum yang digagas Yayasan Darma Bhakti Lestari bersama Unisnu Jepara.

Alamsyah menguraikan, di bidang politik peran Ratu Kalinyamat dapat dilihat dari ekspedisi militer yang dilakukannya ke Malaka sebanyak dua kali: tahun 1551 dan 1574. Itu atas permintaan Raja Johor pada tahun 1550. 

Ratu Kalinyamat mengirimkan 200 armada laut. Sebanyak 40 kapal dari Jepara.

“Di bidang ekonomi, Jepara dibawah pemerintahan Ratu Kalinyamat semakin berkembang sebagai bandar perdagangan dan pelayaran. Dalam bidang seni budaya, peran penting Ratu Kalinyamat adalah dalam menyebarkan agama Islam. Lalu dalam bidang hubungan luar negeri, Jepara telah melakukan hubungan dengan Maluku, Lawai, Tanungpura, Ambon, Aceh, Malaka, Johor, Banten, dan Cirebon,” papar Alamsyah.

Ketua Tim Kajian Ratu Kalinyamat Yayasan Darma Bhakti Lestari, Ratno Lukito menyampaikan,  kehadirannya di Jepara sejak beberapa bulan yang lalu. Itu lantaran Yayasan Darma Bhakti Lestari bersama-sama masyarakat Kota Ukir tengah mengajukan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat kepada pemerintah.

“Mengajukan tokoh kita, Ratu Kalinyamat  menjadi pahlawan nasional. Bersama-sama Unisnu memajukan dan menyempurnakan pengajuan Ratu Kalinyamat kepada pemerintah. Kalau berhasil, Jepara akan mempunyai dua pahlawan putri nasional. Yaitu Ratu Kalinyamat dan RA Kartini,”ungkap Ratno.

Kajian-kajian akademik tentang Ratu Kalinyamat akan digalakan. Itu sebabnya Yayasan Darma Bhakti Lestari bersama Unisnu mendirikan pusat kajian Ratu Kalinyamat.

Penulis dan editor
Rif'an.M
Berita Terkait
Berita Lainnya