Tabloidskandal.com – Jakarta || Pengurus Garda Maningkamu Pelauw (GMP) periode 2025-2028, Minggu (15/02/2026), menggelar Rapat Kerja (Raker) di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Di kesempatan Raker tersebut, diserukan ajakan persatuan dan kekompakan. Seruan tersebut ditegaskan oleh Ade Jogkja sebagai Kurahaji atau Orang Tua bagi GMP di Jabodetabek, dalam arahan singkatnya.
" Orang pintar banyak tapi orang peduli itu susah. Saya akan panggil semua dan Pelauw harus kompak. Yang bikin jatuh orang Pelauw adalah orang Pelauw sendiri. Orang mengaku tahu adat tahu ini itu tetapi implementasinya beda. Jadi tolong jaga kekompakan," imbau dan tegasnya.
Kurahaji menekankan lagi, masyarakat Pelauw dalam perbuatan dan perkataan harus asli Pelauw.
Di kesempatan yang sama, sebagai Panglima GMP, Sahada Latuamurry dalam arahanya mengajak seluruh orang Pelauw di rantau harus bersatu, kompak, saling mendukung dan saling menyayangi.
" Tanpa kekompakan kita tidak bisa besar. Dulu orang Pelauw jadi panutan di Maluku tetapi sekarang jadi padang. Matasiri ada di pundak kalian.Tanpa kalian Matasiri akan padam. Saya tidak suka kalian saling membenci, harus saling mensuport karena masa depan Matasiri ada di pundak kalian. Harus saling menyayangi. Hanya kalian yang buat Matasiri bersinar dan dengan persatuan, hanya Matasiri sebagai generasi penerus Srikanndi GMP maupun GMP, akan jaya," ajak Panglima.
Sementara itu, Yani Salampessy sebagai salah 1 Dewan Pembina menyampaikan, unsur pengurus 3 sayap organisasi harus masuk di pengurus inti. kita Bicara organisasi tetapi kalau misalnya mereka bagian dari sayap GMP, berarti harus Ex Officio harus ada dalam kepengurusan harian di organisasi. Harus ada di kepengurusan pengurus harian. Ini harus di klikkan sebelum raker kita mulai. Sayap itu pimpinannya harus ada di wakil-wakil ketua karena ex officio. Sebagai pimpinan saya, tapi kalau misalnya saya ada, harus di klikkan apa kadang bisa berdiri sendiri tanpa embel l-embel sayap GMP Itu kita harus kelirukan.
" Bagi saya yang sudah malang melintang dalam proses berorganisasi, saya pikir ini momentum paling penting untuk bisa GMP merumuskan program kerja ke depan selama periodisasi tiga tahun. Tentunya tidak gampang karena GMP kita yakin tidak sepenuhnya terbiasa dalam organisasi sehingga ada kerikil-kerikil atau hambatan-hambatan yang memang mau tidak mau kita harus sabar untuk bisa kerjakan," tutur Yani Salampessy.
Raker Pengurus GMP Pelauw periode 2025-2028 tahun 2026 mengangkat tema "Kepemimpinan Baru,Semangat Baru GMP Menuju Kerja Nyata", Syahrudin Latuconsina sebagai Ketua Umum GMP.
Selain itu Srikandi GMP, di bawah pimpinan Wiwid Latuconsina diberikan wejangan oleh Yani Salampessy yang menjabat salah 1 Dewan Pembina GMP.
Budayawan Pelauw Mus Salampessy pun turut menyampaikan selayang pandang histori sejarah Pelauw.
Hadir lengkap Pengurus Srikandi dan Pengurus GMP Periode 2025-2028.
(ulin)