,
08 Agustus 2019 | dibaca: 882 Kali
Proses Hari Jadi Pati Ibarat Fragmen Sejarah
noeh21

Pati, Skandal

Puncak peringatan ke - 696 Hari Jadi Pati digelar Rabu siang (7/8).

Acara inti peringatan itu adalah Prosesi Kirab Boyongan yang dimulai dari Pendopo Kemiri turut Desa Sarirejo Kecamatan Pati, menuju Pendopo Kabupaten yang menjadi pusat pemerintahan Pati sekarang.




Prosesi ini merupakan _pengejawantahan_ (perwujudan) sejarah dimulainya pemerintahan Kadipaten Pesantenan (sebelum menjadi nama Pati) pada hampir 7 abad lalu, diyakini terjadi pada 7 Agustus 1323 M.

Hal itu merujuk pada Prasasti Tuhanaru Kerajaan Majapahit, yang menyebut kata 'pati' saat pisowanan agung di kerajaan terbesar nusantara tersebut. Walaupun kebenaran keberadaan 'pati' itu sendiri, masih dapat diperdebatkan.

Prosesi bernuansa adat Jawa itu dibagi ke dalam 4 bagian. 

 Penyerahan Duplikat Pusaka
Dilakukan di Pendopo Kemiri, pukul 12.00 WIB. Ritualnya adalah penyerahan duplikat pusaka _piandel_ Pati yaitu Kuluk Kanigoro dan Keris Rambut Pinutung oleh Ketua DPRD kepada Bupati Pati H. Haryanto.

Pusaka selanjutnya diserahkan kepada Manggolo Yudho untuk diberangkatkan.

Kirab Pusaka

Kirab dimulai dari Pendopo Kemiri menuju Pendopo Kabupaten.

Bupati Haryanto  dengan mengendarai Kereta Kencana yang didatangkan khusus dari Surakarta, bersama rombongan mengiringi perjalanan pusaka tersebut.

 Prosesi Jumenengan

Setiba di pendopo kabupaten, bupati yang menyandang gelar Kanjeng Raden Aryo Haryanto Notodiningrat  itu, duduk di singgasana didampingi 'permaisuri' Hj. Musus Indarnani. 

Prosesi berlanjut dengan penyerahan pusaka oleh bupati kepada Sekda. Iringan Tari Gambyong mengawali prosesi itu, menambah suasana menjadi sakral dan khidmat.




Dalam kesempatan itu,  Kanjeng Bupati _nyabda_ (memberi sambutan) dalam Basa Jawa. Dibacakan pula _Surat Kekancingan_ (Surat Keputusan) Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1994 tentang Penetapan Hari Jadi Pati dan sejarah singkatnya.

 *Pati Street Performing Carnival* 
Seusai _jumenengan_ , bupati bersama rombongan menuju alun - alun guna membuka dan menyaksikan karnaval yang dipersiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi Pati tersebut.

Karnaval menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari Kabupaten Pati dan dari luar daerah.

Antara lain, Pati Batik Carnival, Tari Wasis oleh SMA PGRI 2 Kayen, Tari Topeng Ireng Soreng dari Magelang dan Jaran Sluning dari Lumajang Jawa Timur.

Berikutnya, Tari Kebo Nyabrang Sapi Gumarang oleh Sanggar Paringgo Jati Raras Pati, Reog Ponorogo, Tari Balin  Danadyaksa oleh Sanggar Tondonegoro Pati dan Kesenian Kethek Ogleng dari Wonogiri.

Terakhir, adalah suguhan Tari Kolosal Babad Pati dan ditutup dengan pembagian _gunungan_ oleh Bupati Haryanto kepada masyarakat.

Melihat rangkaian prosesi itu adalah sebuah fragmen sejarah yang mengingatkan warga Pati kepada sejarah berdirinya Kabupaten Pati.

Juga sebagai bagian _nguri - nguri kabudayan_ , yang dapat dijadikan pembelajaran atau edukasi. (RM. Usman)
Berita Terkait
Berita Lainnya